Lagi Cari Logam, Kolektor Benda Kuno Temukan Bom Peninggalan Jepang di Sulsel

Wait 5 sec.

Sebuah bom pesawat yang diduga peninggalan pendudukan Jepang ditemukan di Pajalele, Desa Malimpung, Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin (12/10/2026). Foto: Dok. IstimewaSebuah bom pesawat yang diduga peninggalan Jepang ditemukan di Pajalele, Desa Malimpung, Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.Wakil Komandan Subden Jibom Gegana Brimob Polda Sulawesi Selatan, Iptu Syahril, menjelaskan bom pesawat tersebut ditemukan warga sekitar saat mencari logam pada Sabtu (10/10) lalu."Ada warga lagi cari logam. Seorang kolektor benda kuno. Dia temukan bom itu tertimbun di dalam tanah," kata Syahril kepada wartawan tadi, Senin (12/10).Sebuah bom pesawat yang diduga peninggalan pendudukan Jepang ditemukan di Pajalele, Desa Malimpung, Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin (12/10/2026). Foto: Dok. IstimewaDari hasil pemeriksaan, bom memiliki diameter sekitar 20 cm dan panjang 60 cm. Bom tersebut tergolong unexploded ordnance (UXO), yakni munisi militer yang gagal meledak setelah digunakan atau ditembakkan."Itu jenis bom pesawat, munisi militer. Jadi itu bom UXO, bom yang sudah ditembakkan tapi tidak meledak," ucapnya.Bom itu juga, kata Syahril, memiliki potensi daya hancur atau ledak yang besar. Dapat berdampak dengan radius sekitar 200 meter. "Itu sekitar 200 meter bisa menghancurkan bangunan di sekitar ketika ditembakkan," ungkapnya.Sebuah bom pesawat yang diduga peninggalan pendudukan Jepang ditemukan di Pajalele, Desa Malimpung, Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin (12/10/2026). Foto: Dok. IstimewaSesuai prosedur, bom pesawat itu dihancurkan. Tim Jibom melakukan pemusnahan bom pada Minggu (11/10), dengan tiga tahap peledakan."Jadi tiga kali peledakan itu kita pastikan betul-betul aman. Dari peledakan pertama, kedua, sampai ketiga kita pastikan betul-betul aman, sehingga ketika kami pulang nanti tidak terjadi apa-apa di TKP," tandasnya.