Pebalap tim Red Bull asal Belanda Max Verstappen saat balapan F1 Grand Prix Barcelona di Circuit de Catalunya, Montmelo, Barcelona, Minggu (1/6/2025). Foto: PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFPPembalap Red Bull Racing Max Verstappen merebut kemenangan dramatis pada ajang Grand Prix Singapura setelah menguasai balapan jalan raya Marina Bay pekan ini. Hasil memukau tersebut menandai kemenangan keduanya hanya dalam kurun waktu delapan hari. Seperti dikutip dari laporan ESPN, kebangkitan sang juara dunia bertahan sekaligus mengakhiri masa paceklik tanpa kemenangan selama sepuluh bulan terakhir.Hasil manis ini membuktikan bahwa Red Bull Racing berhasil mengatasi masalah performa mobil yang sempat menghambat mereka di awal musim. Pembalap asal Belanda tersebut kini berpeluang mengancam posisi atas klasemen pembalap menjelang akhir musim.Ancaman Julukan Chucky dan Respons Kimi AntonelliKemenangan beruntun Verstappen memicu kekhawatiran dari rival utamanya, termasuk calon juara dunia Kimi Antonelli dari tim Mercedes. Antonelli mengaku lega karena selisih poin Verstappen di tabel klasemen masih berjarak cukup jauh yaitu 119 poin dengan tersisa enam balapan.Saat ditanya mengenai performa lonjakan pembalap Red Bull tersebut, Antonelli memberikan respons sambil tertawa. “Tentu saja situasi ini sangat menakutkan jika dia berada dekat di klasemen,” ungkap Antonelli.Julukan Chucky melekat pada Verstappen sejak musim lalu ketika CEO McLaren Zak Brown mengibaratkannya seperti karakter film horor yang tidak pernah mati. Meskipun peluang memenangkan gelar musim ini terbilang tipis secara matematis, Verstappen berpotensi mengakhiri musim sebagai runner-up.Rekor Baru dan Hambatan Teknis Tim MercedesKemenangan di Singapura menjadi pencapaian sejarah tersendiri bagi Verstappen karena Sirkuit Marina Bay merupakan satu-satunya trek yang belum pernah ia taklukkan. Pencapaian ini sekaligus melampaui rekor 72 kemenangan Michael Schumacher bersama satu tim yaitu Ferrari. Uniknya, kemenangan tersebut diraih saat radio komunikasi mobilnya mati sehingga insinyur tim Gianpiero Lambiase harus berbicara satu arah.Di sisi lain, tim Mercedes mengalami kebingungan terkait efektivitas paket upgrade terbaru yang digunakan pada mobil mereka. George Russell harus puas finis di posisi ke-12 akibat kesialan saat periode Virtual Safety Car berlangsung. Russell dan Antonelli bahkan harus membagi spesifikasi mobil yang berbeda untuk menguji performa komponen baru tersebut.Bos tim Mercedes Toto Wolff memberikan apresiasi atas peningkatan pesat yang ditunjukkan oleh Red Bull Racing. “Anda harus angkat topi atas apa yang dilakukan Red Bull musim ini dalam mengembangkan mobil,” kata Wolff.Tantangan Jalur Bergelombang di Grand Prix AustinPersaingan Formula 1 selanjutnya akan bergeser ke Sirkuit Americas di Austin, Texas, yang dikenal memiliki karakter permukaan lintasan cukup ekstrem. Verstappen memperkirakan balapan mendatang akan sangat menguras fisik para pembalap akibat banyaknya tonjolan di trek.Menyikapi kondisi lintasan di Austin, Verstappen melontarkan lelucon khasnya mengenai dampak guncangan mobil. “Berdasarkan apa yang saya lihat, lintasannya sangat bergelombang sehingga saya mungkin perlu memesan tulang belakang baru setelah akhir pekan nanti,” ujar Verstappen.Mampukah Red Bull melanjutkan tren positif ini di Texas ataukah Mercedes dapat memperbaiki performa package terbaru mereka masih menjadi pertanyaan besar. Satu hal yang pasti, kembalinya performa terbaik Verstappen membuat sisa kompetisi musim ini semakin menarik untuk disaksikan.