Wamenko Ekonomi Tak Masalah Bank Dunia Proyeksi Ekonomi RI 5,2% pada 2026

Wait 5 sec.

Wamenko Perekonomian Dradjad Hari Wibowo saat ditemui di sela acara Investor Daily Summit 2026 di Raffles Jakarta, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparanWakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, merespons proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari Bank Dunia yang direvisi menjadi 5,2 persen pada 2026.Kata Dradjad, proyeksi tersebut tidak menjadi patokan untuk mencapai target pertumbuhan 6 persen pada 2026. Ia menekankan realisasi pertumbuhan akan ditentukan oleh perkembangan ekonomi hingga akhir tahun.“Ya boleh lah World Bank membuat prediksi seperti itu, tapi waktu yang akan membuktikan. Kita lihat siapa yang benar nanti. (Perhitungan) udah ada, kita udah ada jalannya,” kata Dradjad saat ditemui di sela Investor Daily Summit 2026 di Raffles Jakarta, Jakarta Selatan, Kamis (8/10).“Nah ini kita siapkan langkah-langkah untuk menjaga pertumbuhan di kuartal keempat tahun 2026. Kita akan lihat nanti, kalau bahasa Inggris orang bilangnya time will tell ya,” tambahnya.Ia juga menegaskan upaya mendorong pertumbuhan tidak hanya mengandalkan stimulus. Menurutnya, stimulus merupakan salah satu langkah untuk membantu masyarakat ketika menghadapi tekanan ekonomi.“Yang kita dorong itu adalah supaya orang bisa bangkit di atas kaki sendiri. Jadi orang-orang yang tuan di rumah sendiri lah,” tutur Dradjad.Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,2 persen. Angka ini menempatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik atau East Asia and Pacific (EAP) yang diproyeksikan tumbuh 4,5 persen.Proyeksi tersebut tercantum dalam Laporan Pembaruan Ekonomi (Economic Update) kawasan EAP edisi Oktober 2026 yang dirilis Selasa (6/10). Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia naik 0,5 poin persentase dibandingkan perkiraan Bank Dunia dalam laporan edisi April 2026 sebesar 4,7 persen.Sementara itu, pertumbuhan ekonomi kawasan EAP pada 2026 diproyeksikan sebesar 4,5 persen, naik 0,3 poin persentase dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,2 persen.