Ilustrasi Anak minum obat herbal. Foto: GOLFX/ShutterstockVitamin kerap diberikan orang tua untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Namun, bagaimana jika vitamin yang dikonsumsi si kecil ternyata merupakan produk palsu?Kondisi ini tentu bisa membuat orang tua khawatir, terutama jika anak sudah mengonsumsinya secara rutin. Lantas, apa dampak vitamin anak palsu bagi kesehatan dan apa yang perlu dilakukan jika anak telanjur meminumnya?Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa dampak penggunaan vitamin palsu bergantung pada kandungan, dosis, dan lama konsumsinya.Dampak Vitamin Palsu bagi Kesehatan AnakIlustrasi obat cair untuk anak. Foto: Africa Studio/ShutterstockMenurut dr. Aisya, dalam jangka pendek, anak dapat mengalami sejumlah keluhan, seperti mual, muntah, diare, sakit perut, atau reaksi alergi. Jika produk mengandung bahan berbahaya atau terkontaminasi, risikonya bisa lebih serius.Sementara itu, dalam jangka panjang, dampaknya bergantung pada zat yang terkandung dan seberapa lama anak terpapar. Jika kandungan vitamin tidak sesuai, anak juga berisiko tidak mendapatkan manfaat yang diharapkan."Walaupun jika vitamin palsu dibuat dengan bahan alami, tidak otomatis menjamin suatu produk aman dikonsumsi. Kita tetap perlu mengetahui komposisi dan memastikan keamanan proses pembuatannya,” jelas dr. Aisya saat dihubungi kumparanMOM, Minggu (11/10).Meski begitu, orang tua tidak perlu langsung berasumsi bahwa anak pasti mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi produk tersebut. Risiko yang muncul bisa berbeda pada setiap anak, bergantung pada kandungan dan paparannya.Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Telanjur Minum Vitamin Palsu?Jika orang tua mengetahui atau mencurigai vitamin yang dikonsumsi anak merupakan produk palsu, segera hentikan penggunaannya, meskipun si kecil belum menunjukkan gejala.“Jika orang tua mengetahui atau mencurigai vitamin yang dikonsumsi anak adalah produk palsu, segera hentikan penggunaannya, meskipun anak belum menunjukkan gejala,” tegas dr. Aisya.Selanjutnya, perhatikan kondisi anak dan waspadai keluhan seperti mual, muntah berulang, diare, sakit perut, ruam, atau anak tampak tidak seperti biasanya.Jika anak mengalami sesak napas, kejang, penurunan kesadaran, atau sangat lemas, segera bawa ke IGD untuk mendapatkan pertolongan medis.Perlu diingat, tidak semua efek berbahaya langsung menimbulkan gejala. Karena itu, jika anak sudah rutin mengonsumsi produk yang dicurigai palsu, sebaiknya konsultasikan kondisinya dengan dokter anak.