Luisa Adreena saat konferensi pers peluncuran trailer dan poster Na Willa di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanLuisa Adreena, aktris cilik berusia 7 tahun, menjadi nomine termuda dalam kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2026. Namanya masuk dalam daftar nominasi Piala Citra berkat perannya dalam film Na Willa.Luisa bersaing dengan empat aktris lainnya, yakni Christine Hakim lewat Semua Akan Baik-Baik Saja, Marsha Timothy dalam Tukar Takdir, Meriam Bellina melalui Senin Harga Naik, serta Shenina Cinnamon lewat Dopamin.Masuknya Luisa dalam kategori tersebut menjadi salah satu sorotan pengumuman nominasi FFI tahun ini. Di usia yang masih sangat muda, ia bersanding dengan sejumlah aktris yang telah lama berkarya di industri perfilman Indonesia.Film Na Willa juga masuk dalam sejumlah kategori lain, termasuk Film Cerita Panjang Terbaik, Penulis Skenario Adaptasi Terbaik, Penata Suara Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, Penata Efek Visual Terbaik, dan Penata Busana Terbaik.Film Na Willa memperoleh 520 ribu penonton. Foto: Dok. IstimewaNominasi Piala Citra FFI 2026 diumumkan pada Senin (12/10) malam. Ketua Bidang Penjurian FFI 2024–2026, Budi Irawanto, mengatakan komite tahun ini menyempurnakan sistem penjurian berdasarkan masukan dari berbagai pihak.“Tahun ini komite FFI menyempurnakan sistem penjurian berdasarkan masukan berbagai pihak tanpa menghilangkan esensi demokratis, partisipatif, dan objektif dari sistem penjurian,” kata Budi dalam siaran langsung pengumuman nominasi melalui kanal YouTube Festival Film Indonesia.Ketua Komite Festival Film Indonesia (FFI), Aryo Bayu dan jajaran dalam acara konferensi pers pembukaan Festival Film Indonesia (FFI) 2026 di Hutan Kota GBK, Jakarta pada Kamis (18/6/2026). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparanIa menjelaskan, proses seleksi awal kedua melibatkan 35 perwakilan dari 13 asosiasi profesi, sementara penentuan nominasi melibatkan 85 anggota Akademi Citra.Secara keseluruhan, terdapat 531 karya yang didaftarkan sebagai peserta FFI 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 93 film cerita panjang, 177 film cerita pendek, satu film animasi panjang, 57 film animasi pendek, 20 film dokumenter panjang, 73 film dokumenter pendek, serta 110 karya kritik film.Berikut daftar lengkap nominasi penerima penghargaan FFI 2026.Film Cerita Panjang Terbaik- Dopamin- Ghost in the Cell- Na Willa- Operasi Pesta Copet- Para PerasukSutradara Terbaik- Bernardus Raka — Nobody Loves Kay- Edwin — Monster Pabrik Rambut- Joko Anwar — Ghost in the Cell- Kimo Stamboel — Abadi Nan Jaya- Wregas Bhanuteja — Para PerasukPemeran Utama Pria Terbaik- Abimana Aryasatya — Ghost in the Cell- Angga Aldi Yunanda — Para Perasuk- Ardit Erwandha — Tunggu Aku Sukses Nanti- Marthino Lio — Badut Gendong- Nicholas Saputra — Tukar TakdirPemeran Utama Perempuan Terbaik- Christine Hakim — Semua Akan Baik-Baik Saja- Luisa Adreena — Na Willa- Marsha Timothy — Tukar Takdir- Meriam Bellina — Senin Harga Naik- Shenina Cinnamon — DopaminPemeran Pendukung Pria Terbaik- Aming — Ghost in the Cell- Didik Nini Thowok — Monster Pabrik Rambut- Kristo Imanuel — Operasi Pesta Copet- Teuku Rifnu Wikana — Dopamin- Yoga Pratama — Ghost in the CellPemeran Pendukung Perempuan Terbaik- Kawai Labiba — Operasi Pesta Copet- Lydia Kandou — Ikatan Darah- Maudy Ayunda — Para Perasuk- Raihaanun — Semua Akan Baik-Baik Saja- Sarah Sechan — Tunggu Aku Sukses NantiPenulis Skenario Adaptasi Terbaik- Johanna Wattimena dan Bernardus Raka — Nobody Loves Kay- Mouly Surya — Tukar Takdir- Ryan Adriandhy — Na WillaPenulis Skenario Asli Terbaik- Evelyn Aprilia — Tunggu Aku Sukses Nanti- Joko Anwar — Ghost in the Cell- Rino Sarjono dan Edy Khemod — Operasi Pesta Copet- Teddy Soeria Atmadja — Dopamin- Wregas Bhanuteja, Defi Mahendra, dan Alicia Angelina — Para PerasukPenata Suara Terbaik- Arief Budi Santoso dan Fajar Yuskemal — Abadi Nan Jaya- Fery Setiawan — Semua Akan Baik-Baik Saja- Siti Asifa Nasution dan Satrio Budiono — Na Willa- Sutrisno dan Satrio Budiono — Para Perasuk- Waim Ahmad Fahreizi dan Andre Harihandoyo — Tunggu Aku Sukses NantiPenata Musik Terbaik- Aghi Narottama — Ghost in the Cell- Aria Prayogi dan Rahardian Winursito — Badut Gendong- Yennu Arienrra — Para Perasuk- Yudhi Arfani dan Zeke Khaseli — Nobody Loves Kay- Yudhi Arfani dan Zeke Khaseli — Tukar TakdirPencipta Lagu Tema Asli Terbaik- Alvin Witarsa — “Semua Akan Baik-Baik Saja” (Semua Akan Baik-Baik Saja)- Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa, dan Anindyo Baskoro — “Sikilku Iso Muni” (Na Willa)- Ipang Lazuardi — “Tandeman” (Operasi Pesta Copet)- Sal Priadi — “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” (Monster Pabrik Rambut)- Tony Dwi Setiaji dan Joko Anwar — “The Town Was Gone” (Ghost in the Cell)Pengarah Sinematografi Terbaik- Gunnar Nimpuno, I.C.S. — Para Perasuk- Ical Tanjung, I.C.S. — Ghost in the Cell- Vera Lestafa, I.C.S. — Dopamin- Yadi Sugandi — Na Willa- Yudi Datau, I.C.S. — Semua Akan Baik-Baik SajaPengarah Artistik Terbaik- Ahmad Zulkarnaen dan Wahyu Efata — Ikatan Darah- Dennis Sutanto — Ghost in the Cell- Menfo Tantono — Monster Pabrik Rambut- Ong Hari Wahyu dan Edy Wibowo — Para Perasuk- Rini Sri Handayani — Na WillaPenyunting Gambar Terbaik- Aline Jusria — Dopamin- Aline Jusria — Operasi Pesta Copet- Cesa David Luckmansyah — Semua Akan Baik-Baik Saja- Hendra Adhi Susanto — Senin Harga Naik- Ryan Purwoko — Tunggu Aku Sukses NantiPenata Efek Visual Terbaik- Abby Eldipie dan Kalvin Irawan — Ghost in the Cell- Bintang Adi Pradana dan Harris Reggy — Monster Pabrik Rambut- David A. Widya P., Concetta CFX, dan Dalang Digital Studio — Na Willa- Gaga Nugraha Ramadhan — Badut Gendong- Mattebox Visualworks — Abadi Nan JayaPenata Busana Terbaik- Astrid Rosiana Ishak — Na Willa- Gemailla Gea Geriantiana — Badut Gendong- Gizza Ossiatzki — Operasi Pesta Copet- Monika Paska — Ghost in the Cell- Muthiara A. Revana — Monster Pabrik RambutPenata Rias Terbaik- Aktris Handradjasa — Ikatan Darah- Astrid Sambudiono (rias efek) dan Albasirun Ucok — Abadi Nan Jaya- Eva Sheba — Monster Pabrik Rambut- Gunawan Saragih, Prio Prabu, dan Cherry Irawan (rias efek) — Badut Gendong- Novie Ariyanti — Ghost in the CellFilm Animasi Pendek Terbaik- Calabai- Drowned in Internet- Enigma Wajah Arca- Nyanyian di Angkringan- Stories of Sahaba: Tahlah Ibn Ubaydullah – The Living MartyrFilm Cerita Pendek Terbaik- Amelia, Amelia- Dihapus dari Peta- Malam Sepanjang Nafas- Mothers are Mothering- αLPαFilm Dokumenter Panjang Terbaik- A Distorted Individual- I Saw Her in Motion- Planet of Love- The Last Supper (Whisper)- Tonggo GedhekFilm Dokumenter Pendek Terbaik- Discordia- Mae Menjaga Masjid- Murdijati Gardjito- Shard Objects- SinoKarya Kritik Film Terbaik- “Antara Adat dan Aparat: Menyisir Spiritualitas dan Represi di Kabut Berduri” (2024) — Gladhys Elliona- “Dunia Setinggi Mata Na Willa” — Sony Triantoro- “Kerja-kerja Sineas Mengekalkan Politik Dinasti di Abadi Nan Jaya” — Yulaika Romadhani- “Melankolia dalam Aruna dan Lidahnya” — Anton Kurnia- “Tubuh dan Ruang yang Hilang dalam Pangku” — I Ngurah Gede Adi Putra