Pelatih Manchester United, Michael Carrick. Foto: REUTERS/Chris RadburnManchester United mencatatkan rekor awal musim terburuk dalam 40 tahun terakhir setelah ditahan imbang Tottenham Hotspur pekan ini. Hasil imbang 1-1 melawan sepuluh pemain Spurs tersebut memicu gelombang kritik pedas, terutama setelah klip video skema pertahanan skuad asuhan Michael Carrick menjadi viral di media sosial.Dikutip dari laporan Sky Sports, klip berdurasi sepuluh detik itu telah ditonton lebih dari tiga juta kali hingga Senin pagi dan mengekspos celah besar di lini tengah serta masalah intensitas tim. Perolehan enam poin dari enam laga awal Premier League membuat setiap kekurangan taktis Setan Merah kini menjadi sorotan tajam publik sepak bola.Analisis Kebocoran Skema Tekanan Tinggi Manchester UnitedMomen pada menit ke-57 memperlihatkan Jan Paul van Hecke menguasai bola di dalam kotak penalti Spurs setelah menerima goal-kick pendek. Enam pemain Manchester United maju melakukan man-to-man high press, namun empat pemain bertahan mereka justru tertahan di garis tengah lapangan. Jarak yang sangat jauh antara lini belakang dan lini tengah ini menyisakan ruang terbuka yang begitu mudah dimanfaatkan lawan.Kesalahan posisi Matheus Cunha yang terlalu jauh dari right-back Spurs, Archie Gray, membuat Van Hecke dapat melepas umpan matang dengan mudah. Gray kemudian membawa bola melewati separuh lapangan tanpa kawalan ketat hingga mendekati area pertahanan Setan Merah. Hanya dengan satu umpan dari kotak penalti sendiri, Spurs mampu meninggalkan enam pemain Manchester United di belakang alur serangan.Carrick terlihat memberikan instruksi dari pinggir lapangan agar Cunha berlari mengejar, namun pergerakan Gray sudah tidak tertahankan. Gray mengirimkan umpan silang kepada Conor Gallagher yang berdiri bebas di area berbahaya. Dua gelandang tengah Manchester United, Youri Tielemans dan Kobbie Mainoo, berupaya keras berlari mundur tetapi terlambat menutup pergerakan lawan.“Jika Anda melihat Tielemans dan Mainoo berlari kembali ke belakang, dua pemain di lini tengah yang mengejar balik ini benar-benar sangat kesulitan,” kata komentator Gary Neville di Sky Sports saat menganalisis momen tersebut. Bola tersebut akhirnya dioper ke Savio sebelum tembakannya diblok keluar oleh Leny Yoro.Masalah Kebugaran dan Intensitas Bermain Skuad CarrickInsiden viral tersebut mencerminkan masalah mendasar Manchester United sepanjang musim ini terkait kebugaran, intensitas tanpa bola, dan kerapatan antarlini. Tim besutan Carrick selalu kalah dalam jarak jelajah fisik di setiap laga Premier League, kecuali saat derbi Manchester ketika tim lawan mendapat kartu merah.Pernyataan Tielemans sebelum musim bergulir kembali disorot setelah ia menyebut latihan pra-musim pasca Piala Dunia tidak banyak menuntut porsi lari yang berat. “Ketika Anda kembali dari Piala Dunia, Anda tidak banyak berlari. Cukup santai,” ujar Tielemans kala itu. Punggawa lini depan mereka juga menyadari penurunan intensitas tim yang mengkhawatirkan tersebut. “Mereka mengeluarkan energi lebih banyak daripada kami, kami tidak boleh menerima hal ini,” tutur Cunha seusai laga melawan Fulham.Masuknya pemain baru Carlos Baleba sebagai pengganti Tielemans diharapkan mampu memberikan keseimbangan dan energi segar di lini tengah. Namun, perbaikan taktis tetap membutuhkan kerja sama kolektif agar satu pemain tidak harus menutup area yang terlalu luas sendirian.Rapuhnya Struktur Pertahanan Hingga Menit Akhir LagaCelah dalam skema pertahanan Manchester United sebenarnya sudah terlihat sejak awal babak pertama. Pada menit ke-12, Destiny Udogie berhasil menemukan ruang kosong di belakang Amad Diallo yang kehilangan fokus penjagaan. Situasi identik kembali berulang tujuh menit sebelum insiden Gray, ketika Bruno Fernandes maju menekan kiper Antonin Kinsky tanpa dukungan kerapatan dari barisan tengah.Kebugaran pemain juga menjadi faktor penentu ketidakmampuan Manchester United mempertahankan gaya high press. Cunha bahkan terlihat kelelahan dengan memegang lututnya sesaat sebelum memberi ruang bagi Gray untuk menusuk pertahanan.Ketika unggul 1-0 pada menit ke-87, lima pemain tetap maju menekan dan meninggalkan celah menganga di belakang mereka meski lawan bermain dengan sepuluh orang. Baleba memang sempat menggagalkan umpan lawan lewat tekel krusial di menit-menit akhir. Namun, kegagalan mempertahankan keunggulan hingga kebobolan gol equaliser di masa injury time membuktikan belum selesainya krisis taktis Manchester United.