Penyakit Umum BMW X5 Bekas, Segini Ongkosnya untuk Perbaikan

Wait 5 sec.

BMW X5 4.400 cc. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanBMW X5 generasi awal sampai saat ini masih menjadi mobil SUV yang banyak digunakan. Dua generasi pertamanya, yaitu E53 lansiran tahun 1999-2004 dan E70 keluaran tahun 2008-2012, jadi yang paling sering dicari sekaligus paling sering mampir ke bengkel spesialis.Hamid, pemilik BMW Persada Motor menyebutkan bahwa dua generasi tersebut punya keluhan yang berulang. Kebocoran oli dan kerusakan kaki-kaki depan jadi dua masalah yang paling banyak ditemui di bengkelnya.“Kalau X-series itu paling sering kebocoran oli, sama kaki-kaki depan karena dia 4x4. Jadi, kaki-kaki yang depan tuh lumayan. Kalau velg dan bannya sudah tidak standar, umurnya jadi cepat habis,” kata Hamid kepada kumparan saat ditemui di Pasar Segar Cinere, Depok, Senin (5/10).BMW X5 di Persada Motor BMW, Pasar Segar, Cinere. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanIa bilang, kebocoran oli paling sering terjadi di bagian transmisi matik. Suhu kerja mesin yang tinggi membuat komponen karet di sekitarnya cepat mengeras sehingga kemampuannya menahan oli ikut menurun.Hamid juga mengingatkan pemilik X5 untuk tidak sembarangan mengganti ban. Sistem penggerak empat roda di mobil tersebut sudah memakai motor dan modul. Ukuran ban depan dan belakang wajib sama persis seperti bawaan pabrikan.“Mobil sekarang yang 4x4 rata-rata ukuran bannya sama rata depan belakang. Kalau umpamanya ban depan dan belakang itu beda, ngaco. Kadang orang tidak tahu dan tidak dikasih tahu juga sama tokonya (toko ban),” terangnya.Mesin BMW X5 E53. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanSoal biaya, perbaikan kebocoran oli transmisi matik di bengkelnya dibanderol mulai Rp 2,5 juta sampai Rp 2,7 juta. Pengerjaannya butuh tiga sampai empat hari dengan waktu paling lama sepekan lantaran area bengkel yang tidak terlalu besar.Perbaikan kaki-kaki mengandalkan penggantian bushing arm dan bantalan shock breaker. Harga satu bushing berukuran besar berada di kisaran Rp 600 ribu, sedangkan yang berukuran kecil sekitar Rp 400 ribu per buah.Menurut Hamid, komponen yang beredar di pasaran umumnya bukan asli pabrikan. Ia sendiri menggunakan onderdil after market yang kualitasnya setara genuine parts dengan pembeda hanya pada ketiadaan logo BMW.