Lokasi TKP kontrakan penemuan mayat korban di Jalan Asem Nirbaya, RT17/RW 02, Kelurahan Pinang Ranti, Kec. Makassar, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparanSeorang pria ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di Jalan Salam IV, RT 10/06, Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (8/10). Temuan ini viral sebab mayat ditemukan terbungkus kain hingga disebut menyerupai mumi.Kain itu membungkus tubuhnya secara ketat sehingga membentuk lekukan tubuhnya. Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu mengatakan pria itu tidur menggunakan sleeping bag.Menurutnya, mayat pria itu sudah divisum dan tidak ditemukan adanya bekas-bekas luka.“Itu mayat kebetulan pakai baju sleeping bag. Dan sudah divisum RS Polri, hasil tidak ada kekerasan yang menyebabkan meninggal dunia,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (11/10)Darto mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini, jenazah tersebut tengah diperiksa di laboratorium Mabes Polri.Darto menyebut pria itu diduga meninggal akibat sakit. Ia menyebut, kamar kosnya terkunci dari dalam"Kemungkinan besar dia sakit karena mayat ditemukan dalam kamar terkunci dari dalam," jelas Darto."Sebab ketika saksi pemilik kos mau buka pintu tidak bisa Karena kuncinya masih nempel di pintu, sehingga pintunya dibuka paksa," ucapnya.Diduga Bunuh DiriSetelah pemeriksaan, polisi mengungkap dugaan sementara penyebab kematian pria tersebut. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara mengarah pada dugaan bunuh diri.“Untuk hasil olah TKP dugaan sementara masih bunuh diri ya, masih sedang didalami kembali,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Sudarman Korniawan, Minggu (11/10).Edy juga menjelaskan kain yang membungkus seluruh tubuh korban merupakan sleeping bag. Benda itu terlihat ketat karena kondisi tubuh korban sudah membengkak.Identitas dan Temuan ObatKapolres Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi di Polres Jakarta Barat, Rabu (26/8/2026). Foto: Dok. Polres JakbarPolisi mengungkap identitas pria tersebut yakni MF (24). Di kamarnya, polisi juga menemukan obat-obatan.Kapolres Jakarta Barat Kombes Nasriadi mengatakan, penemuan jasad itu bermula saat seorang pengantar makanan mendatangi indekos korban atas pesanan kakak kandungnya, F. Kakak korban meminta pengantar makanan tersebut sekaligus mengecek kondisi adiknya karena sudah beberapa hari tidak bisa dihubungi.“Kejadian berawal dari tukang pengirim makan saudara HM sedang menerima pesanan makanan dari F selaku kakak kandung korban yang mana F yang memesan makanan untuk di antar ke alamat korban, sambil diminta untuk mengecek keberadaan korban,” ujarnyaSebelumnya, korban sempat mengeluh sakit kepada keluarganya. Karena khawatir, F kemudian memesan makanan melalui layanan Gojek dan meminta pengantar mengecek keberadaan korban.“F khawatir dan ingin mengecek keadaan serta keberadaan korban, sambil mengirim makanan melalui layanan Gojek,” ujarnyaSetibanya di indekos, pengantar makanan berinisial HM meminta bantuan penjaga kos, N, untuk menunjukkan kamar korban. Mereka kemudian mengetuk pintu, tetapi tidak mendapat respons.Pintu kamar juga terkunci dari dalam. Upaya membuka pintu menggunakan kunci cadangan gagal karena terdapat kunci yang tertancap dari sisi dalam. Atas persetujuan penjaga kos dan kakak korban, pintu akhirnya didobrak. MF ditemukan tewas.Di dalam kamar, polisi juga menemukan sejumlah barang berupa satu botol obat chloroform, lem akrilik, satu botol Super Rush, dan satu botol Vanessa Co.“Terdapat beberapa obat seperti 1 botol obat chloroform, lem akrilik, 1 botol Super Rush, 1 botol Vanessa Co,” ujar Nasriadi.Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga memeriksa rekaman CCTV dan meminta keterangan sejumlah saksi guna menyelidiki penyebab kematian korban.