Houthi-Saudi Memanas, WNI Diimbau Tak Sebarkan Informasi Sensitif

Wait 5 sec.

Asap membumbung tinggi di Bandara King Khalid, Riyadh, Arab Saudi pada Kamis (8/10). Asap itu diduga berasal dari pesawat penumpang yang terkena serangan. Foto: social media via REUTERSKelompok Houthi dan Arab Saudi saling serang lewat udara di tengah eskalasi konflik di Yaman. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Arab Saudi mengimbau masyarakat di negara kerajaan itu agar tak menyebarkan informasi sensitif."Mengambil foto, merekam, menyebarkan, atau membagikan, informasi terkait penangkisan rudal dan drone, serta lokasi jatuhnya akan membuat Anda terjerat hukum,” bunyi pegumuman Kemendagri Saudi dalam bahasa Indonesia.Pengumuman yang sama ditulis dalam bahasa Inggris, bahasa Tagalog yang digunakan warga Filipina, bahasa Hindi yang digunakan warga India dan bahasa Urdu yang digunakan warga Pakistan dan sekitarnya.KBRI Riyadh mengimbau masyarakat Indonesia di Saudi mematuhi peringatan dari Kemendagri Saudi."KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI di Arab Saudi untuk senantiasa berhati-hati dalam menyebarkan informasi, foto, maupun video di media sosial dan kanal komunikasi lainnya. Pastikan setiap informasi yang diterima telah diverifikasi melalui sumber resmi.Hindari mengambil dan menyebarluaskan gambar atau informasi terkait instalasi/personel militer, objek vital, serta area yang berpotensi sensitif,” paparnya, Jumat (9/10)."KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI untuk mematuhi peraturan setempat, tidak menyebarkan informasi sensitif, dan mengutamakan keselamatan diri,” lanjutnya.Pesan Peringatan DaruratPeringatan Kemendagri Arab Saudi, Oktober 2026. Foto: X/MOI Saudi ArabiaSedangkan jika menerima pesan peringatan darurat, KBRI Riyadh mengimbau WNI tetap tenang dan mengiikuti instruksi resmi dalam pesan.Jika berada di luar, masuk ke bangunan terdekat atau berlindung di tempat yang kokoh. Jika menerima pesan saat berkendara, maka menepi ke sisi jalan dan hindari berhenti di dekat jembatan atau bangunan tinggi."Hindari kerumunan serta mengambil foto atau video di lokasi berbahaya,” kata KBRI Riyadh.Jumlah WNI yang menjadi pekerja migran di Arab Saudi menurut data 2025 nyaris setengah juta jiwa.Peringatan untuk WNI di Arab Saudi, Oktober 2026 Foto: Dok. KBRI Riyadh