Mentan Amran Sulaiman percepat pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir di lima kawasan dengan anggaran Rp2,2 triliun untuk dukung ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis di Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). Foto: Kementan RIMenteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menyiapkan skema resi gudang bagi koperasi peternak untuk menjamin ketersediaan pasokan jagung sebagai bahan baku pakan.Amran menjelaskan, skema ini dirancang sebagai solusi permanen guna mengatasi kelangkaan pasokan serta lonjakan harga pakan ternak yang rutin terjadi pada periode September hingga Desember.“Peternak tinggal menunjuk kebutuhan mereka, Bulog yang akan membeli dan menyimpan pasokan itu sebagai cadangan,” kata Amran di kediamannya, Jakarta, Jumat, (9/10).Skema ini menyasar peternak atau koperasi yang telah menyerap sebagian hasil panen petani, tetapi terkendala keterbatasan modal untuk menyerap seluruh produksi. Dalam kondisi tersebut, Bulog bertindak sebagai pembeli dan pengelola simpanan, sementara hak kepemilikan jagung tetap berada di tangan koperasi peternak.“Bulog yang beli dan simpan di gudang, tetapi itu tetap tabungan milik peternak. Stok tersebut juga boleh dijual ke pihak lain atas persetujuan pemilik,” ujar Amran.Mekanisme ini menjadikan jagung di gudang Bulog sebagai dana cadangan komoditas. Saat pasokan di pasaran mulai menipis menjelang akhir tahun, koperasi dapat mengambil kembali cadangan tersebut untuk memenuhi kebutuhan para anggotanya.Amran menambahkan, penerapan skema resi gudang merupakan bagian dari penguatan ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Selain penyediaan gudang simpanan, Kementan turut membagikan benih jagung gratis untuk 20.000 hektare lahan petani binaan hingga Desember 2026.Di samping itu, Amran menginstruksikan Bulog untuk menjaga stok cadangan jagung hingga 250.000 ton sepanjang periode September hingga Desember. Pemerintah juga terus mendistribusikan stok yang ada seraya melanjutkan pengadaan melalui alokasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 150.000 ton.“Intinya kita membangun ekosistem sebagai solusi permanen. Dengan begitu, tidak ada lagi peternak yang melakukan unjuk rasa akibat masalah harga pakan maupun penyerapan hasil panen,” tegas Amran.