Resmikan Migrant Center UTB, MenP2MI Targetkan 7 Ribu Pekerja Migran dari Jabar

Wait 5 sec.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, saat menghadiri pada Peresmian Migrant Center Universitas Teknologi Bandung pada Jumat (9/10/2026). Foto: Abisatya/kumparanMenteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menargetkan penempatan 40.000 pekerja migran Indonesia pada 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.000 lebih pekerja migran ditargetkan berasal dari Jawa Barat.Hal itu disampaikan Mukhtarudin seusai meresmikan Migrant Center di Universitas Teknologi Bandung (UTB), Jumat (9/10). Pusat tersebut dibentuk untuk mendukung penyiapan calon pekerja migran yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan negara tujuan.Mukhtarudin mengatakan, pendirian Migrant Center UTB merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman atau MoU yang ditandatangani pada Desember 2025. Keberadaan pusat tersebut juga menjadi bagian dari program SMK Go Global yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.“Ini bagian dari tindak lanjut MoU yang kita tanda tangani pada Desember 2025 yang lalu. Dan Migrant Center UTB merupakan bagian ekosistem program SMK Go Global yang merupakan program direktif Bapak Presiden,” kata Mukhtarudin.Menurut dia, pemerintah saat ini berupaya memperkuat ekosistem penyiapan calon pekerja migran, terutama dari sisi keterampilan teknis dan kemampuan bahasa. Dengan begitu, tenaga kerja Indonesia yang ditempatkan di luar negeri diharapkan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan sektor pekerjaan.Penyiapan keterampilan tersebut mencakup sejumlah bidang, mulai dari manufaktur, perhotelan atau hospitality, kesehatan, hingga operator produksi. Selain keterampilan teknis, calon pekerja migran juga akan mendapatkan pelatihan bahasa asing, terutama bahasa Jepang dan Inggris, sebelum menjalani uji kompetensi.“Penyiapan talenta dari penyiapan skill teknis, seperti pelatihan teknis, ada manufaktur, hospitality, kemudian kesehatan, dan juga operator produksi. Termasuk bahasa, bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Nanti akan diuji kompetensi,” ujarnya.“Target penyerapan tahun 2026 itu 40.000. Tapi untuk Jawa Barat sebesar 7.000 sekian. Insya Allah ini target akan selesai Desember 2026,” tambahnya.Dia menambahkan, target penempatan pekerja migran pada tahun depan akan ditingkatkan. Namun, Mukhtarudin belum merinci angka target nasional maupun daerah untuk 2027.Dalam kesempatan tersebut, Mukhtarudin menjelaskan bahwa pemerintah telah menjalin kerja sama penempatan pekerja migran dengan sejumlah negara. Negara tujuan itu antara lain Malaysia, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Turki, Jerman, Albania, Slovakia, Polandia, Bulgaria, Italia, serta sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, saat menghadiri pada Peresmian Migrant Center Universitas Teknologi Bandung pada Jumat (9/10/2026). Foto: Abisatya/kumparanDia menegaskan, penyiapan calon pekerja migran harus berjalan seiring dengan upaya memastikan proses penempatan dilakukan melalui jalur resmi. Menurutnya, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program SMK Go Global.“Ini sinergi antara Kementerian P2MI dengan perguruan tinggi. Dan sinergi juga antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah Pemprov Jawa Barat. Ini sama-sama kita membangun sinergi pusat dan daerah, kemudian kementerian dengan universitas atau perguruan tinggi,” tutur Mukhtarudin.Sementara itu, Rektor UTB Muchammad Naseer menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap program penyiapan calon pekerja migran. Dia menyebut terdapat 438 peserta yang mengikuti pelatihan di UTB.Menurut Naseer, keberadaan Migrant Center diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda, khususnya di Jawa Barat, untuk mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri.“Kami beserta 438 peserta yang dilatih di UTB merasa sangat terhormat atas perhatian dari Bapak Presiden dan tentu Bapak Menteri P2MI, di mana kita betul-betul diberikan kesempatan untuk membuka akses seluas-luasnya untuk anak-anak muda, dalam hal ini adalah Jawa Barat,” kata Naseer.