Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyerahkan tongkat penyangga dan kursi roda kepada Fiki Mutakin (25), WNI korban luka tembak oleh perompak di perairan Somalia. Foto: Dok. IstimewaKebebasan Fiki Mutakin (25) dari cengkraman perompak Somalia di perairan internasional harus dibayar mahal dengan sebuah luka tembak di kaki kanannya. Pemuda asal Jasinga, Kabupaten Bogor ini, terpaksa kehilangan mobilitasnya sementara waktu. Memastikan warganya tidak berjuang sendirian melewati masa trauma, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, langsung menyambangi kediaman korban.Dalam kunjungannya yang penuh haru di rumah kerabat korban di Kampung Hajere, Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, kapolres tidak datang dengan tangan kosong. Melihat kondisi fisik Fiki yang kesulitan melangkah akibat luka tembak (vulnus punctum) di punggung kaki kanannya, AKBP Wikha menyerahkan bantuan langsung berupa sebuah kursi roda dan tongkat penyangga jalan.Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyerahkan tongkat penyangga dan kursi roda kepada Fiki Mutakin (25), WNI korban luka tembak oleh perompak di perairan Somalia. Foto: Dok. IstimewaPenyerahan bantuan tersebut disaksikan langsung oleh pihak keluarga yang tak kuasa menahan haru melihat kepedulian aparat kepolisian."Bantuan ini bukan sekadar alat bantu medis, melainkan wujud pelukan hangat dari kami, keluarga besar Polres Bogor, yang mewakili kehadiran negara. Saudara kita, Fiki, telah melewati badai dan masa-masa yang sangat kelam di lautan sana," ungkap kapolres penuh empati.Lebih lanjut, perwira menengah lulusan Akpol ini memberikan dorongan moral yang kuat kepada sang pahlawan devisa tersebut. "Kursi roda dan tongkat ini hanyalah penyangga sementara dari kami, untuk menopangnya saat ia sedang jatuh. Kami akan terus mengawal pemulihannya, sampai langkah kakinya kembali pulih, kuat, dan siap berlari merajut masa depannya kembali," tambahnya.Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyerahkan tongkat penyangga dan kursi roda kepada Fiki Mutakin (25), WNI korban luka tembak oleh perompak di perairan Somalia. Foto: Dok. IstimewaSebelumnya, tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Bogor juga telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap kondisi vital Fiki. Meski kesadarannya terpantau stabil, tekanan darah korban sempat menyentuh angka 100/70 mmHg. Tim medis langsung memberikan terapi obat-obatan antibiotik dan pereda nyeri untuk merawat luka tembaknya.Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyerahkan tongkat penyangga dan kursi roda kepada Fiki Mutakin (25), WNI korban luka tembak oleh perompak di perairan Somalia. Foto: Dok. IstimewaBantuan alat mobilitas tersebut ternyata menjadi pelengkap dari misi penyelamatan malam itu. Tidak mau mengambil risiko atas kondisi kesehatan fisik dan psikologis warganya, kapolres langsung menginstruksikan evakuasi medis lanjutan.Malam itu juga, Fiki diberangkatkan menggunakan ambulans khusus Dokkes Polres Bogor menuju RS Polri Kramat Jati Jakarta guna mendapatkan observasi dan rehabilitasi paripurna. Sebuah langkah nyata dari Polres Bogor yang membuktikan bahwa jargon 'Polisi Bersama Masyarakat' benar-benar hidup dalam wujud pelayanan kemanusiaan tanpa batas.Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyerahkan tongkat penyangga dan kursi roda kepada Fiki Mutakin (25), WNI korban luka tembak oleh perompak di perairan Somalia. Foto: Dok. Istimewa