Tren AI di Korporasi: Setelah Uji Coba AI Kini Perluas Implementasi AI

Wait 5 sec.

Ilustrasi AI. Foto: ShutterstockStudi yang dilakukan lembaga McKinsey, Singapore Economic Development Board, dan Tech in Asia pada 2026, menunjukkan 81 persen perusahaan di enam pasar Asia Tenggara sudah beralih dari eksperimen ke tahap uji coba atau perluasan penerapan AI.Di sisi lain, perusahaan juga menemukan masalah lain; makin banyak AI (kecerdasan buatan) yang dipakai, makin sulit mengelolanya. Perusahaan harus menyeimbangkan kinerja, biaya, keamanan, dan tata kelola, terutama di sektor yang diatur ketat. Di sektor itu, lokasi penyimpanan data dan keamanan dapat menentukan sejauh mana AI dapat dikembangkan.Chad Whalen, Chief Revenue Officer F5, sebuah perusahaan keamanan aplikasi, menyebut hambatan utamanya ada pada keseimbangan. Banyak perusahaan masih kesulitan membawa AI dari tahap uji coba ke produksi karena mereka harus menyeimbangkan kebutuhan untuk berinovasi secara cepat dengan kedaulatan, tata kelola, dan kepastian biaya.F5 dan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) berupaya menjawab masalah korporasi itu lewat Indosat Intelligence Suite. Ini merupakan platform agregator untuk 300 model AI yang dapat diakses melalui satu pintu, yang diluncurkan di Singapura, Jumat (9/10). Di dalamnya ada model Sahabat-AI yang didesain khusus oleh Indosat untuk pasar Indonesia, model AI lain yang di-hosting oleh Indosat, dan AI model global lainnya.Sistem Indosat Intelligence Suit akan mengarahkan setiap permintaan ke model yang sesuai berdasarkan biaya, kualitas, dan kecepatan respons.Presiden Direktur dan CEO Indosat, Vikram Sinha, menargetkan Indosat Intelligence Suite dapat menjadi cara yang tepercaya untuk menerapkan kecerdasan ke dalam operasional bisnis. Solusi ini akan menjadi pabrik kecerdasan bagi perusahaan, yang membantu mereka memilih AI yang tepat sesuai kebutuhan dan memperluas skalanya secara aman di seluruh kawasan.Presiden Direktur dan CEO Indosat, Vikram Sinha. Foto: Dok. IndosatPelanggan korporasi dapat mengakses, mengarahkan, mengukur, dan mengelola penggunaan AI di berbagai model tanpa perlu membangun dan mengelola sendiri setiap lapisan infrastruktur yang mendasarinya."Dengan berkembangnya AI dari tahap eksperimen ke penerapan dalam aktivitas bisnis sehari-hari, maka perusahaan pun membutuhkan lebih dari sekadar akses terhadap model AI. Mereka membutuhkan cara yang tepercaya untuk menerapkan kecerdasan ke dalam operasional bisnis," kata Vikram.Menjawab Tiga HambatanSesuai tiga hambatan yang disebut Whalen, platform ini menawarkan jawaban berikut:Kedaulatan data. Sahabat-AI dan layanan yang di-hosting Indosat dapat memproses beban kerja di negara tempat organisasi beroperasi. Kebijakan pelanggan menentukan beban kerja mana yang boleh diarahkan ke model global.Tata kelola. Setiap permintaan dapat diautentikasi, diukur, dan dicatat dalam buku besar yang bisa diaudit. F5 AI Security membantu melindungi sistem dari ancaman OWASP Top 10 LLM dan kebocoran data.Kepastian biaya. Token, satuan teks yang diproses model AI, diubah menjadi kredit yang bisa dibagi ke berbagai model, aplikasi, dan tim. Perusahaan mendapat gambaran terpadu soal pemakaian dan pengeluaran. Skema pembayaran yang tersedia adalah Pay as You Go, Unified Enterprise Credit, dan Dedicated Capacity.Whalen menyebut kombinasi kekuatan kedua perusahaan, F5 dan Indosat, sebagai kunci dari Indosat Intelligence Suite. Indosat dikenal sebagai penyedia AI yang kuat di Indonesia, sementara F5 punya pengalaman panjang dalam keamanan siber.Whalen menyebut pemakaian AI dalam organisasi sangat perlu diimbangi dengan keamanan siber, ibarat Yin and Yang, yang tak bisa dipisahkan."Dengan menggabungkan platform dan jangkauan Indosat di pasar serta pengalaman F5 dalam mengamankan workload dan API AI dalam skala besar, kami dapat membantu perusahaan di seluruh kawasan memanfaatkan teknologi AI yang tepercaya, aman, dan dioptimalkan sesuai kebutuhan mereka," katanya.Indosat menargetkan 50 bisnis dan organisasi pada tahap peluncuran, dengan akses awal berharga promosi sepanjang tahun. Platform sudah dapat diakses di intelligencesuite-ai.ioh.co.id, tempat perusahaan bisa melihat katalog model, harga, dan dokumentasi, lalu mengajukan akses.