Pelaksanaan graduation batch dua dan kick off batch tiga Hyundai Jump School Indonesia. Foto: Dok. HMID PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyiapkan calon tenaga kerja untuk industri otomotif lewat program pendidikan Hyundai Jump School Indonesia. Program tersebut sudah memasuki tahun ketiga dengan melibatkan 100 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi.President Director PT HMID, Kenny Lee, mengatakan bahwa pelaksanaan program Jump School menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung generasi muda di Tanah Air."Melalui program ini, kami ingin memberdayakan generasi muda untuk terus belajar, berbagi, dan menginspirasi generasi berikutnya. Kami berharap dampak positif yang tercipta dapat terus berlanjut melampaui setiap batch dan turut membangun komunitas yang semakin kuat di masa depan," ujarnya di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (7/10).Pelaksanaan graduation batch dua dan kick off batch tiga Hyundai Jump School Indonesia. Foto: Dok. HMID Para mahasiswa yang terlibat diajak merasakan langsung suasana dunia kerja di sektor otomotif. Sejumlah karyawan Hyundai Motor Indonesia dan Hyundai Motor Group ikut turun tangan sebagai mentor profesional.Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) PT HMID, Franciscus Soerjopranoto, menyampaikan para peserta program turut mendapat kesempatan melihat langsung untuk belajar di fasilitas produksi milik perusahaan. "Pastinya ada transfer ilmu teknologi, seperti saat ke HMMI di sana kan ada fasilitas R&D bisa berdiskusi perkembangan kendaraan ramah lingkungan. Sekarang kan baterai elektrifikasi, ke depannya ada fuel cell yang nanti dijelaskan mentor profesional di industri," tambah Frans saat ditemui kumparan.Para peserta Hyundai Jump School Indonesia. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanPada angkatan ketiga ini, HMID melibatkan 40 mahasiswa Universitas Indonesia, 30 mahasiswa Institut Teknologi Bandung, dan 30 mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November. Mereka akan mendampingi 20 pusat pembelajaran dan sekolah di Jakarta, Bandung, serta Surabaya.Program ini pertama kali digelar pada September 2024 dan jangkauannya terus bertambah setiap tahun. Jumlah mahasiswa yang terlibat secara keseluruhan mencapai 250 orang dengan sekitar 1.400 siswa yang menerima manfaatnya."Kami tentunya ingin punya bakat-bakat baru yang dapat menggantikan tenaga profesional sekarang, terutama dalam industri otomotif. Tidak hanya melalui nilai akademis tinggi, tapi juga dari praktik yang mereka dapatkan selama aktivitas Jump School. Secara pendidikan oke, pengalaman juga mereka dapatkan," tuntasnya.