Melihat Geliat Bisnis Seserahan Pernikahan di Cikini

Wait 5 sec.

Geliat bisnis seserahan pernikahan hingga parcel di Cikini Gold Center, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparanBerbicara mengenai Cikini Gold Center atau Pusat Emas Cikini di Jakarta Pusat ternyata tak hanya terkait emas dan perhiasan. Ketika ditelisik lebih dalam, geliat bisnis seserahan pernikahan hingga parcel juga bisa ditemukan di sana.Sentra seserahan pernikahan itu bisa ditemui di lantai 1 dan 2 Cikini Gold Center. Yanti (42), seorang penjaga Toko Mayas yang berfokus pada seserahan pernikahan bercerita meski bisnis seserahan pernikahan tak seramai dulu, para peminat tetap ada. Apalagi pada waktu-waktu tertentu yang memang menjadi ‘musim’ orang nikah.“Masih sih alhamdulillah, kan orang nikah setiap bulan ada, biasanya abis lebaran haji, lebaran kita, itu ramai-ramainya, atau tanggal-tanggal kembar, tanggal cantik,” kata Yanti ketika ditemui kumparan.Terkait toko yang kini tak seramai dulu, ia menjelaskan beberapa penyebabnya karena banyaknya bisnis seserahan pernikahan yang sifatnya bisnis rumahan dan maraknya tutorial dekorasi seserahan.Geliat bisnis seserahan pernikahan hingga parcel di Cikini Gold Center, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan“Agak berkurang (ramai tokonya). Soalnya yang bisnis kaya gini per rumahan juga ada, yang enggak buka toko tapi buka jasa-jasa gini. Tapi orang tau Cikini itu kan tempat seserahan, jadi tetap datang juga,” ujarnya.Untuk bertahan, Toko Mayas tak hanya berbisnis secara langsung, tetapi juga mengandalkan peluang secara onlie.“Online ada, nerima pesanan, biasanya live TikTok juga. Sama aja sih ramainya,” kata Yanti.Di toko tersebut, hal yang ditawarkan adalah penjualan kemasan sekaligus dekor seserahan sampai sewa kemasan seserahan. Yanti mengungkapkan harga dekorasi dan penjualan kemasan untuk seserahan dimulai dari Rp 500 ribu untuk box berbahan arklirik. Sementara untuk skema sewa, harganya lebih murah yaitu Rp 300 ribu per set nya. Untuk satu set box yang disewakan, biasanya terdiri dari 3 box berbagai ukuran mulai dari kecil sedang dan besar.Selain Yanti, kumparan juga menghampiri Linda (45) yang merupakan pemilik Toko Rezky Parcel. Berbeda dengan toko sebelumnya yang hanya berfokus pada seserahan, Linda juga menjual dekorasi sampai box untuk parcel atau hampers. Langkah itu menurutnya menjadi cara untuk bertahan ketika pesanan seserahan pernikahan menurun.Geliat bisnis seserahan pernikahan hingga parcel di Cikini Gold Center, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan“Sepi, kalau dulu mah abis lebaran ada aja (pesanan seserahan), sekarang lebih banyak yang nyewa-nyewain juga kan, EO-EO, paling yang kita harapkan hampersnya, sama parcel,” ujar Linda.Skema bisnisnya tak jauh beda dengan yang dilakukan Yanti di toko sebelumnya. Harganya beragam mulai ratusan ribu rupiah untuk kemasan berbahan mika sampai jutaan rupiah yang berbahan akrilik.Linda mengungkapkan omzet dari tokonya saat ini memang tidak sebanyak saat sebelum COVID-19. Pilihan pernikahan hanya digelar di Kantor Urusan Agama (KUA) juga mempengaruhi bisnisnya.“Gen Z nikahnya di KUA doang banyakan, itu ngaruh,” tutur Linda.