Remote Keyless Hilang, Pemilik Honda PCX Rela Setut Motor Sukabumi-Jakarta

Wait 5 sec.

Ilustrasi remote keyless Honda. Foto: Fitra Andrianto/kumparanKehilangan remote keyless cukup merepotkan pemilik, terutama ketika motor tidak bisa dinyalakan. Hal itu dialami pemilik Honda PCX 150 yang harus membawa motornya dari Sukabumi, Jawa Barat ke Jakarta Barat untuk membuat remot baru.Pemilik bengkel Sentra Otopart, Richard, mengatakan konsumen tersebut datang setelah mendapat informasi bahwa bengkelnya bisa membuat remot keyless, tanpa mengganti satu set komponen seperti Smart Control Unit (SCU) dan Electronic Control Unit (ECU).“Ada dari Sukabumi disetut gitu, mungkin di sana ada yang bisa benerin tapi dia nggak tahu tempatnya atau peralatannya belum lengkap. Malam sekitar jam 8 sampai, datang ke rumah karena bengkel tutup, di rumah nyediain alat juga buat darurat,” kata Richard saat ditemui kumparan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, belum lama ini.Servis remote keyless di Sentra Otopart, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanKondisi seperti itu bukan hal baru bagi Richard. Dalam sehari, ia bisa menerima sekitar 10 konsumen yang datang karena kehilangan atau mengalami masalah dengan remot keyless.Richard sendiri baru fokus mempelajari duplikasi remot keyless sekitar dua tahun terakhir. Sebelumnya, ia mengetahui bahwa kehilangan remot hanya biasanya diselesaikan dengan mengganti satu set komponen elektronik.“Banyak yang remotnya hilang karena ceroboh. Kadang jatuh, kadang ketinggalan atau mungkin nggak dikasih gantungan, jadi gampang hilang,” lanjutnya.Setelah mempelajari sistem tersebut dari sejumlah penyedia jasa servis kunci motor di sekitarnya dan menggunakan berbagai perangkat khusus, Richard mulai menawarkan jasa pembuatan remot.Ilustrasi remote keyless dan Smart Control Unit (SCU). Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanUntuk motor yang kehilangan remot sekaligus barcode atau PIN, prosesnya dilakukan dengan membaca data yang tersimpan pada sistem elektronik motor. Setelah data tersebut didapat, remot baru kemudian disambungkan ke sistem kendaraan.“Kami baca pakai alat, ibaratnya kami hack buat tau barcode lamanya langsung bisa disambungkan. Ada yang baca dari kabel doang bisa, ada yang harus bongkar dan baca dari ECU, beda motor beda prosesnya juga. Kalau ada barcode atau PIN cepat, sekitar 5 menit. Misalnya nggak ada sekitar 15 sampai 30 menit," ucap Richard.Bicara harga, apabila barcode atau PIN masih ada tarifnya sekitar Rp 300-400 ribuan. Sementara jika kedua data tersebut hilang, biayanya dibanderol Rp 500 ribuan sampai Rp 600 ribuan.IlustrasI remote keyless Yamaha. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparanRichard mengatakan jasa tersebut bisa menjadi alternatif bagi pemilik motor yang tidak ingin langsung mengganti SCU dan ECU. Menurutnya, biaya penggantian satu set di jaringan resmi bisa mencapai Rp 4-5 jutaan.“Kalau di sini memang bisa hemat jutaan. Ada motor yang sampai dua atau tiga bulan nggak dipakai karena pemiliknya masih ngumpulin uang untuk ganti satu set,” tuturnya.Meski menawarkan jasa duplikasi remot, Richard tetap meminta konsumen menunjukkan dokumen keabsahan sebelum pengerjaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan motor yang ditangani memiliki dokumen yang sesuai dan bukan barang curian.“Kalau bawa motor, kita minta STNK atau BPKB. Kalau nggak ada surat-suratnya, kita nggak mau kerjain. Kalau memang hilang, minimal ada surat kehilangan dari kepolisian itu bisa menjadi bukti valid. Semua pemain servis remot harusnya sama begitu juga,” pungkasnya.