Menkeu Suahasil Waspadai Kenaikan Harga Pangan karena El Nino

Wait 5 sec.

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menghadiri Memorial Lecture 100 Tahun Frans Seda, Kamis (1/10/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparanMenteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara meminta seluruh pihak terkait untuk mewaspadai kenaikan harga pangan, imbas El Nino yang dapat memicu kekeringan dan mengganggu produksi dalam negeri.Suahasil mengatakan pergerakan inflasi volatile food saat ini sejalan dengan inflasi administered price atau harga yang diatur pemerintah. Meski demikian, ia menilai kenaikan harga sejumlah komoditas pangan tetap perlu mendapat perhatian agar tidak memicu tekanan inflasi yang lebih besar.“Volatile food perlu kita waspadai karena kita akan menuju El Nino, kekeringan, sehingga nanti dampaknya di pangan akan kelihatan,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (9/10).Berdasarkan data yang dipaparkan Suahasil, inflasi volatile food pada September 2026 tercatat sebesar 5,03 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka ini meningkat dibandingkan realisasi Agustus sebesar 0,88 persen secara bulanan atau month to month (mtm), seiring penurunan produksi akibat gangguan cuaca.Suahasil menyebut sejumlah komoditas yang perlu dicermati, antara lain cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam. Ia meminta seluruh institusi terkait memperhatikan perkembangan produksi dan permintaan dalam negeri secara saksama.“Yang kita mohon, kita minta nanti seluruh institusi yang terkait perhatikan dengan saksama bagaimana produksi dalam negerinya, bagaimana permintaan dalam negerinya, kalau bisa jangan sampai ada kekurangan dan jangan sampai meningkatkan inflasi yang tidak perlu,” ungkap Suahasil.Inflasi administered price tercatat sebesar 3,25 persen secara tahunan pada September 2026, lebih rendah dibandingkan realisasi Agustus sebesar 3,32 persen. Sementara itu, inflasi inti berada di level 2,84 persen secara tahunan, turun dari 2,92 persen pada Agustus.