WNI Diimbau Hindari Penerbangan ke Bandara Riyadh, Imbas Serangan Houthi

Wait 5 sec.

Ilustrasi bandara di Riyadh. Foto: Markus Mainka/ShutterstockWarga Negara Indonesia (WNI) diimbau untuk menghindari penerbangan ke Bandara Riyadh, merespons situasi keamanan perjalanan di bandara tersebut.Teranyar, Bandara Riyadh atau Bandara King Khalid diserang pada Sabtu (10/10). Berdasarkan sumber diplomatik, sebagaimana dikutip dari AFP, menyebut serangan itu disebabkan oleh rudal yang ditembakkan oleh kelompok Houthi Yaman."Sehubungan dengan situasi terkini, seluruh WNI di Arab Saudi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan, serta membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial," demikian keterangan dari KBRI Riyadh di Instagram resminya, dikutip Minggu (11/10).Peta Arab Saudi dan Yaman Foto: Diolah dengan ChatGPT"WNI diimbau menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke kawasan Bandara Internasional King Khalid, Riyadh," sambungnya.Namun, bagi WNI yang memiliki rencana penerbangan, diminta untuk memeriksa dan mengkonfirmasi jadwal secara berkala, serta status penerbangannya. Konfirmasi itu diminta dilakukan kepada pihak maskapai sebelum berangkat ke bandara. WNI juga diminta tetap berada di lokasi yang aman dan patuhi otoritas setempat.Adapun serangan teranyar pada Sabtu itu menewaskan 12 orang, termasuk empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, satu warga AS, satu warga Mesir, satu warga Yordania, satu warga Suriah, satu warga Palestina, dan satu warga Sudan.