Masuk Bisnis Tekstil, Danantara Buka Opsi Gandeng Swasta

Wait 5 sec.

Ilustrasi pabrik tekstil. Foto: ShutterstockChief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria mengungkapkan alasan Danantara masuk ke bisnis tekstil."Kita sedang mengembangkan tadi tekstil kita akan masuk dan antara akan masuk sendiri. Akan mulai membangun industri tekstil kita,” ujar Dony kepada wartawan usai acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Kempinski Jakarta, Kamis (8/10).Dony mengatakan, pengembangan industri tekstil tidak menutup peluang bagi Danantara untuk berkolaborasi dengan pihak swasta. Menurutnya, kerja sama dengan swasta bisa dilakukan untuk mendorong pengembangan industri tersebut."Dalam langkah apa? Karena kita menyadari tadi tekstil ini membuka lapangan pekerjaan yang banyak. Tetapi kita tidak tertutup kemungkinan kemudian berkolaborasi dengan swasta untuk bisa mendorong tadi ya,” ujarnya.Di sisi lain, Dony menilai dukungan pemerintah melalui deregulasi diperlukan untuk memperkuat industri tekstil dalam negeri. Sejumlah kebijakan yang selama ini mempengaruhi industri tekstil akan dievaluasi pemerintah.COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOSalah satu kebijakan yang menjadi perhatian ialah aturan impor barang bekas dengan skema post border. Menurut Dony, kebijakan tersebut bakal direview agar industri tekstil dalam negeri bisa berkembang lebih baik."Import barang bekas yang kita lakukan dengan kebijakan post border misalkan dan lain sebagainya. Ini akan direview oleh pemerintah. Supaya apa? Supaya industri dalam negerinya menjadi lebih baik,” jelas Dony.Dony melanjutkan, pemerintah saat ini juga membuka ruang bagi pelaku usaha swasta untuk memberikan masukan terkait kebijakan yang diperlukan untuk memperkuat industri nasional.Impor Terbuka Bikin Industri Tak KompetitifDony menilai salah satu persoalan yang menyebabkan sejumlah industri dalam negeri mengalami kemunduran adalah kebijakan impor yang terlalu terbuka."Kita selama ini industri kita mati. Kita menyadari banyak industri kita mati karena tadi apa? Importnya terlalu dibebaskan. Akibatnya apa? Kita tidak kompetitif,” ucap dia.Menurut Dony, penguatan industri nasional menjadi bagian dari upaya pemerintah menjadikan sektor industri sebagai salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia ke depan.Pekerja membawa gulungan kain di PT Trisula Textile Industries, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTOSebelumnya, CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan pemerintah tidak hanya mempertimbangkan pembentukan perusahaan tekstil baru, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan perusahaan tekstil yang sudah ada.“Kita sudah sepakat untuk membangun yang tidak hanya yang baru, tetapi kita juga akan melihat apabila ada beberapa perusahaan tekstil yang berpotensi untuk kita kembangkan, terutama dari segi mesinnya, dari segi teknologinya, kita terbuka,” kata Rosan di Istana Negara, Selasa (22/9).Rosan menyebut penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan industri tekstil. Namun, Danantara tetap memperhitungkan tingkat pengembalian investasi atau return dalam setiap keputusan investasinya.