Para perwira dari Angkatan Bersenjata Australia dan Tentara Nasional Indonesia memulai Latihan Keris Woomera 2026 di atas kapal HMAS Choules, saat berada di dekat pelabuhan Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Foto: Dok. defence.gov.auAustralia dan Indonesia menggelar Latihan Gabungan (Latgab) Keris Woomera 26 yang secara resmi dimulai melalui upacara pembukaan di pelabuhan Banyuwangi, Jawa Timur. Latihan ini melibatkan sekitar 1.000 personel Australian Defence Force (ADF) dan 1.235 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI).Latihan yang berlangsung hingga 20 Oktober 2026 ini menjadi latihan gabungan luar negeri terbesar ADF pada tahun ini. Keris Woomera merupakan latihan bilateral Australia-Indonesia yang pertama kali dilaksanakan pada 2024 dan digelar setiap dua tahun sekali.Komandan Operasi Gabungan Australia, Laksamana Madya Justin Jones mengatakan latihan tersebut memperkuat hubungan keamanan antara kedua negara.Para perwira dari Angkatan Bersenjata Australia dan Tentara Nasional Indonesia memulai Latihan Keris Woomera 2026 di atas kapal HMAS Choules, saat berada di dekat pelabuhan Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Foto: Dok. defence.gov.au“Indonesia adalah mitra yang penting dan langgeng bagi Australia, dan ini menjadi sangat berarti dimana kami melaksanakan kegiatan latihan luar negeri terbesar kami tahun ini bersama TNI,” ujar Jones.“Kemampuan kami untuk bekerja sama dalam latihan ini memperkuat kemitraan yang mendalam dan telah lama terjalin dengan Indonesia, yang didasari oleh kepercayaan, saling menghormati, dan kerja sama yang erat," sambung Jones.Dalam latihan ini, ADF mengerahkan pasukan amfibi Australia dengan kapal HMAS Choules, HMAS Perth, dan HMAS Stalwart. Australia juga mengikutsertakan pesawat C-130J Hercules dan PC-21 dari Skuadron Nomor 4 Angkatan Udara Australia.Sementara itu, Angkatan Darat Australia mengerahkan sejumlah persenjataan, termasuk howitzer M777 dan sistem peluncur roket artileri mobilitas tinggi atau High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS).Dari pihak Indonesia, aset yang terlibat meliputi korvet kelas Diponegoro, artileri, dan Multiple Launch Rocket System (MLRS). TNI juga mengerahkan helikopter Bell-412 dan Panther serta pesawat Super Tucano.Rangkaian latihan mencakup pendaratan amfibi di Jawa Timur, latihan tembak langsung di lapangan tembak TNI, serta integrasi operasi maritim antara angkatan laut kedua negara.Para perwira dari Angkatan Bersenjata Australia dan Tentara Nasional Indonesia memulai Latihan Keris Woomera 2026 di atas kapal HMAS Choules, saat berada di dekat pelabuhan Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Foto: Dok. defence.gov.auJones mengatakan kondisi geografis dan lingkungan di kawasan Indo-Pasifik menjadi tantangan bagi Australia dan Indonesia, terutama dalam pengerahan dan pemeliharaan kekuatan militer.“Kawasan Indo-Pasifik menghadirkan banyak tantangan geografis dan lingkungan bagi Australia dan Indonesia, terutama dalam hal bagaimana kami mengerahkan dan mempertahankan kekuatan militer,” kata Jones.“Latihan Keris Woomera memberikan lingkungan pelatihan yang memungkinkan Australia dan Indonesia mengatasi tantangan tersebut bersama-sama serta melaksanakan rangkaian latihan militer yang kompleks secara berdampingan," katanya. Ia menambahkan, pengalaman yang diperoleh dari latihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kedua negara dalam mengerahkan pasukan ketika dibutuhkan sekaligus memperkuat daya tangkal militer.“Pengalaman yang kami peroleh memberikan manfaat keamanan yang nyata bagi Australia dan Indonesia, meningkatkan kemampuan kami untuk mengerahkan pasukan pada saat dibutuhkan, serta mempertahankan daya tangkal terhadap tekanan atau paksaan militer," tutup Jones.