Sejumlah personil dari Polresta Cirebon dan Polres Cirebon Kota saat memeriksa lokasi pelemparan bus supporter Jakmania di KM 199.800 Tol Palikanci. (13/10/2026). Foto: kumparanBus rombongan Persija Jakarta, The Jakmania, dikabarkan dilempari batu oleh orang tak dikenal di Tol Palikanci KM 199+800, Desa Astapada, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, pada Selasa (13/10/2026) siang.Peristiwa itu direspons kepolisian, pantauan di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB, puluhan personel gabungan tampak menyusuri area pagar pembatas jalan tol. Petugas yang dikerahkan berasal dari Polsek Kedawung, Tim Identifikasi (Inafis) Polres Cirebon Kota, Patroli Jalan Raya (PJR), hingga jajaran Reserse Kriminal Polresta Cirebon.Kapolsek Kedawung, Kompol Ahmad Nasori, menjelaskan bahwa dugaan aksi pelemparan tersebut terjadi di pinggir jalan tol, tepatnya di Km 199.800 yang masuk dalam wilayah hukum Polres Cirebon Kota."Penyerangan terjadi di pinggir jalan tol. Masih dalam penyelidikan, namun pelaku diperkirakan sekitar lima orang lebih," kata Nasori saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Selasa (13/10/2026).Di lokasi kejadian, petugas mendokumentasikan serpihan kaca yang berserakan di tepi jalan dan permukaan aspal. Selain itu, sebuah bongkahan batu berukuran cukup besar yang berada di atas tanah berumput kering juga menjadi perhatian petugas dan diperiksa secara intensif.Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) tersebut sempat menarik perhatian pengguna jalan. Insiden tersebut bermula ketika rombongan The Jakmania Cikampek dalam perjalanan pulang setelah menyaksikan pertandingan tandang Persija Jakarta melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.Dalam pertandingan yang berlangsung pada akhir pekan sebelumnya, Persija Jakarta berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 4-0.Pengurus The Jakmania Cikampek mengecam keras aksi pelemparan tersebut. Mereka juga mengimbau seluruh anggota untuk tetap tenang, menjaga situasi tetap kondusif, serta tidak terpancing melakukan aksi balasan.Hingga kini, identitas pelaku, motif pelemparan, serta perkembangan penyelidikan, termasuk kemungkinan penangkapan terduga pelaku, masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian.