Mentan Amran Jajaki Ekspor Beras RI ke Filipina hingga Papua Nugini

Wait 5 sec.

Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman dan Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani berdiskusi dengan para pengamatan ekonomi, akademisi dan pimpinan media usai mengecek stok beras di Gudang Bulog, Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanMenteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan kelanjutan ekspor beras Indonesia ke sejumlah negara. Saat ini, penjajakan dilakukan dengan tiga negara tetangga yakni Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste."Ada 2 sampai 3 negara. Itu penjajakan dengan Filipina, Papua Nugini, dengan Timor Leste, negara tetangga kita," kata Amran usai sidak Kantor Ditjen Tanaman Pangan dan Ditjen Hortikultura di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (8/10).Amran belum merinci volume beras yang dijajaki untuk diekspor. "Belum, belum ada," ujarnya.Sebelumnya, Indonesia akan mengekspor beras ke Malaysia dengan potensi pengiriman hingga 200.000 ton senilai Rp3,39 triliun atau Rp17.000 per kilogram (kg). Beras yang diekspor adalah beras premium dengan pecahan 5 persen. Ekspor dilakukan bertahap, dengan pengiriman perdana 1.000 ton.Pekerja melihat data stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (12/8/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTOEkspor ke Malaysia merupakan bagian dari upaya memperluas pasar ekspor setelah Indonesia mencapai swasembada beras. "Mudah-mudahan kita bisa kirim secepatnya, tetapi 1.000 (ton) ini kita minta mudah-mudahan bisa dikapalkan dalam minggu ini karena berasnya ada. Nilainya Rp3,39 triliun kalau 200.000 ton," kata Amran dalam konferensi pers penandatanganan MoU ekspor beras ke Malaysia di Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (14/8).Kesepakatan itu ditandai dengan MoU antara Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dan General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd Jumaat bin Ibrahim.Amran menuturkan, kebutuhan beras Sarawak mencapai sekitar 200 ribu ton per tahun, sedangkan kebutuhan Malaysia secara keseluruhan berkisar 1,5 juta hingga 1,7 juta ton per tahun. Ia berharap Indonesia bisa memasok seluruh kebutuhan tersebut, meski tetap mewaspadai dampak El Nino tahun ini.