Presiden Myanmar Min Aung Hlaing berbicara dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim setelah pertemuan mereka di Putrajaya, Malaysia, Kamis (8/10/2026). Foto: Azneal Ishak/Pool via REUTERSPerdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melakukan pertemuan dengan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing, di Kuala Lumpur. Min menyatakan menerima pemulangan 10.493 warganya dari Malaysia.Sikap Min diapresiasi oleh Anwar. Laporan kantor berita Reuters, Anwar memastikan Malaysia akan bekerja sama dengan Myanmar dalam proses repratiasi lanjuta.“Saya harus kembali menyampaikan terima kasih atas sikap terbuka dan kesediaan Anda untuk bekerja sama,” kata Anwar dalam konferensi pers bersama.Presiden Myanmar Min Aung Hlaing menghadiri pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Putrajaya, Malaysia, Kamis (8/10/2026). Foto: Azneal Ishak/Pool via REUTERSAnwar mengatakan Malaysia akan melakukan segala upaya untuk meningkatkan kerja sama dengan Myanmar. Ia juga berharap Myanmar dapat kembali menjadi bagian dari komunitas negara-negara ASEAN.“Kami di Malaysia akan melakukan apa pun yang memungkinkan untuk memastikan kami meningkatkan kerja sama ini dan pada akhirnya membawa Myanmar sebagai bagian dari komunitas negara-negara, tanpa prasangka, khususnya dalam konteks ASEAN,” ujar Anwar, dikutip dari Reuters.Kunjungan Min Aung Hlaing ke Malaysia merupakan bagian dari upayanya memperkuat hubungan diplomatik Myanmar dengan negara-negara ASEAN, setelah ia dilantik sebagai presiden sipil pada April 2026.Myanmar Janji Terima Warganya SecepatnyaMin Aung Hlaing berjanji Myanmar akan menerima kembali warga negaranya yang masih berada di pusat detensi imigrasi Malaysia sesegera mungkin.“Kami akan menerima kembali warga negara yang telah terverifikasi sesegera mungkin,” kata Min Aung Hlaing dalam konferensi pers bersama Anwar, dikutip dari AFP.Presiden Myanmar Min Aung Hlaing berjabat tangan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat pertemuan mereka di Kantor Perdana Menteri di Putrajaya, Malaysia, Kamis (8/10/2026). Foto: Azneal Ishak/Pool via REUTERSIa mengatakan Myanmar juga akan mengirim kapal Angkatan Laut untuk membantu proses pemulangan warga yang masih ditahan di Malaysia. “Karena cuaca saat ini mendukung, saya akan mengirim kapal Angkatan Laut untuk memulangkan mereka,” ujarnya, seperti dilaporkan Reuters.1.476 Warga Sudah DipulangkanSebelumnya, 1.476 warga Myanmar diberangkatkan dari Malaysia menggunakan tiga kapal Angkatan Laut Myanmar pada 29 September. Mereka tiba di pangkalan Angkatan Laut Myanmar di Thanlyin, dekat Yangon, pada 4 Oktober.Para migran Myanmar yang dipulangkan dari Malaysia tiba di sebuah kuil selama proses penyambutan resmi mereka di Thanlyin Sabtu (4/10/2026). Foto: Sai Aung Main/AFPMereka merupakan warga Myanmar yang sebelumnya berada di pusat detensi imigrasi Malaysia.Kementerian Dalam Negeri Malaysia menyebut kelompok pertama menjalani verifikasi kewarganegaraan, dokumen, kesehatan, dan identitas dan pemulangan sukarela. “Para migran telah direpatriasi secara sukarela, aman, dan bermartabat,” ujar Kemendagri Malaysia, dikutip Reuters.Malaysia kini juga menyiapkan pemulangan lebih dari 3.500 migran lainnya. Pemerintah Malaysia menyebut sekitar 5.000 warga Myanmar telah menyatakan setuju untuk kembali. Namun, belum jelas berapa banyak dari mereka yang merupakan Rohingya.PBB Soroti Klaim Pemulangan SukarelaDi sisi lain, PBB dan kelompok HAM mempertanyakan apakah keputusan repatriasi pemerintah Malaysia benar-benar dibuat tanpa tekanan.“Kami khawatir dengan pemulangan ini karena mereka yang dikirim kembali sebelumnya ditahan di pusat detensi imigrasi. Ini menimbulkan pertanyaan serius apakah keputusan untuk kembali benar-benar bebas dan berdasarkan informasi yang cukup,” kata Asisten Komisaris Tinggi UNHCR untuk Perlindungan, Edem Wosornu dalam laman resminya.Para migran Myanmar yang dipulangkan dari Malaysia tiba di sebuah kuil selama proses penyambutan resmi mereka di Thanlyin Sabtu (4/10/2026). Foto: Sai Aung Main/AFPBadan Pengungsi PBB (UNHCR) juga mengatakan pihaknya tidak mendapat akses untuk menemui para migran tersebut sehingga tidak dapat memastikan apakah keputusan mereka untuk pulang benar-benar sukarela.Pemulangan itu dilakukan ketika Myanmar masih dilanda konflik sejak kudeta militer 2021, sehingga PBB memperingatkan kondisi keamanan di negara tersebut belum menjamin kepulangan yang aman.Malaysia memang sudah lama menjadi tempat tujuan warga Myanmar yang kabur dari konflik, kemiskinan, atau persekusi. AFP melaporkan per Februari 2026, ada sekitar 193 ribu pengungsi dan pencari suaka asal Myanmar di Malaysia, sekitar 65 persen di antaranya Rohingya.