Ara Sambangi Kantor Bahlil, Bahas Konsep Perumahan Pakai Jargas dan PLTS

Wait 5 sec.

Konferensi pers Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait di kantor Kementerian ESDM, Jumat (9/10/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparanMenko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara), akan bekerja sama membangun konsep perumahan baru.Bahlil, yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan bahwa rapat bersama Ara hari ini membahas konsep perumahan yang dilengkapi jaringan gas (jargas) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)."Tadi kita membahas tentang konsep pembangunan perumahan yang akan memakai jaringan gas dan listrik yang berbasis PLTS di beberapa kawasan yang akan dikembangkan oleh Pak Menteri Perumahan, dan pertemuannya berakhir dengan baik, produktif, dan paten," ungkapnya saat konferensi pers, Jumat (9/10).Sementara itu, Ara menjelaskan bahwa percontohan perumahan baru tersebut akan dilakukan di pusat-pusat industri, misalnya PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Maluku Utara, yang sudah menyerap komitmen investasi USD 27 miliar dan ribuan tenaga kerja."Bagaimana itu akan dimulai dengan percontohan. Terus terang ini ide luar biasa dari Pak Menko. Jadi bagaimana juga itu akan ada suatu lompatan-lompatan yang besar dalam penyiapan rumah, nanti juga bekerja sama dengan para investor sehingga bisa didesain dari awal dengan baik," tutur Ara.Selain itu, percontohan bisa dilaksanakan di Tangerang dan Bekasi, seiring dengan Grup Lippo yang baru saja menghibahkan lahan seluas 30 hektare di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, kepada pemerintah pada 29 Juni 2026 seluas 30 hektare.Ara menyebutkan bahwa pembangunan hunian dengan konsep baru tersebut akan didanai oleh Danantara Indonesia. Kendati begitu, dia tidak menjelaskan dengan rinci berapa kebutuhan investasinya."Jadi kita memerlukan langkah-langkah strategis untuk melakukan percepatan-percepatan soal perumahan ini," jelasnya.Sebelumnya, Danantara Indonesia mengungkapkan perkembangan proses hibah lahan seluas 30 hektare (ha) dari Lippo Group untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi.COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan hibah lahan dari Lippo Group telah diterima. Tahap selanjutnya adalah proses penempatan modal negara dari Kemenkeu ke Danantara.“Jadi untuk yang Meikarta, statusnya saat ini ada di Departemen Keuangan, sudah diterima hibahnya banyak, tinggal nanti tahapan berikutnya adalah dari Departemen Keuangan, penempatan modal negara ke danantara. Itu proses berikutnya,” kata Dony di NICE, PIK, Tangerang, Banten, Kamis (28/8).Adapun proyek rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, sudah bisa mulai dipesan pada 2026. Ara mengeklaim pembangunan rusun subsidi di kawasan Meikarta saat ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.