KemenPU Kerahkan Ekskavator hingga Pompa Air Tangani Banjir di Padang

Wait 5 sec.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang menerahkan pompa air untuk menangani banjir akibat meluapnya Sungai Batang Air Dingin di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026). Foto: Dok. IstimewaKementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang mengerahkan sejumlah peralatan untuk penanganan banjir di Kota Padang, Sumatera Barat.Banjir itu disebabkan tingginya curah hujan hingga menyebabkan meluapnya Sungai Batang Air Dingin pada Sabtu (10/10). Banjir berdampak pada sekitar 200 unit rumah di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, serta Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara. Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa. Hingga saat ini, genangan air masih ditemukan di sejumlah titik terdampak.Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pihaknya terus melakukan upaya untuk mengurangi risiko banjir berulang.“Penanganan banjir harus dilakukan secara cepat dan terukur, terutama untuk melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak terhadap permukiman. Selain penanganan darurat, kami juga menyiapkan langkah penanganan permanen agar risiko kejadian serupa dapat dikurangi,” ujar Dody.Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang menerahkan pompa air untuk menangani banjir akibat meluapnya Sungai Batang Air Dingin di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026). Foto: Dok. IstimewaSebagai langkah tanggap darurat, BWS Sumatera V Padang menurunkan satu unit mobile flood pump atau pompa banjir bergerak di Kelurahan Ulak Karang Utara serta melakukan mobilisasi dan pengoperasian 1 unit ekskavator ke Lubuk Minturun.Selain penanganan darurat, Kementerian PU telah memasukkan rencana penanganan permanen Sungai Batang Air Dingin ke dalam rencana induk penanganan tahun 2026. Penanganan tersebut meliputi pembangunan check dam atau bangunan pengendali sedimen, pembangunan tanggul, serta normalisasi sungai.Upaya penanganan permanen ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengendalian aliran sungai, memperkuat perlindungan kawasan permukiman, serta mengurangi potensi banjir yang berulang ketika terjadi hujan berintensitas tinggi.