Komisi II DPR Minta Kasus Siswa SD di Pemalang Meninggal Usai Di-bully Diusut

Wait 5 sec.

Ibu MHAQ (7) menunjukkan foto anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang. Foto: Dok. kumparanWakil Ketua Badan Legislasi Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tandjung turut menyoroti kematian Muhammad Hasbi Al Aqib (7), siswa SD di Pemalang yang diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya.Doli bertemu langsung dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemalang Bagus Sutopo di Pendopo Kabupaten Pemalang. Ia mengatakan kedatangannya ke Pemalang untuk melihat langsung dan ikut mengawal penanganan kasus tersebut.“Kedatangan saya ini memang mau menangani masalah itu. Saya datang ke Kabupaten Pemalang ini dalam rangka itu, ingin melihat langsung dan mudah-mudahan bisa bantu menangani kasus anak kita itu,” ujar Doli, dikutip dari akun Instagram miliknya, Selasa (6/10/2026).Ahmad Doli Kurnia mewakili Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) usai pertemuannya dengan JK (27/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparanMenurut Doli, kematian Aqib merupakan kasus serius. Ia mengaku tidak menyangka dugaan perbuatan tersebut dilakukan oleh anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.“Ya, bayangkan, anak-anak kita yang SD kalau saya lihat mukanya kemarin yang melakukan pemukulan itu. Mukanya kan lucu-lucu itu. Iya kan? Tapi dia sudah berstatus sebagai pembunuh sekarang ini,” jelasnya.Doli juga mengutarakan keinginannya untuk bertemu dengan anak-anak yang diduga terlibat. Ia ingin mengetahui alasan mereka melakukan perbuatan tersebut.“Saya mau ketemu sama anak-anak itu. Anak-anak yang melakukan ini. Saya pengin dialog aja. Apa yang mereka pikirkan,” imbuhnya.Meski demikian, Doli menilai persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada anak-anak yang diduga terlibat. Menurutnya, berbagai pihak perlu melakukan evaluasi, termasuk orang tua dan pihak sekolah.“Kita kan sekarang merasa kebingungan. Mau nyalahin siapa? Mau nyalahin anak kecil ini? Kita enggak tahu latar belakangnya kenapa dia begitu dan umurnya masih segitu. Dan secara hukum kan enggak ada yang bisa dikenakan. Hukum kita belum bisa meng-cover soal itu,” kata Doli.“Terus salah siapa? Mau nyalahin orang tuanya? Mungkin kalaupun orang tuanya salah, itu efek dari pendidikan jangka panjang. Mau salahin gurunya? Atau kepala sekolahnya atau apa? Jadi ya menurut saya ini salah kita semua,” lanjutnya.Temui Keluarga KorbanPada hari yang sama, Doli juga mendatangi kediaman Aqib di Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Pemalang. Di sana, ia bertemu dengan orang tua korban dan menyampaikan belasungkawa.“Pertama menyampaikan langsung rasa belasungkawa kami kepada bapak dan ibu. Kita doakan almarhum ditempatkan di tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah,” ucap Doli.Dalam dialog tersebut, Doli menyinggung kondisi Aqib setelah dugaan peristiwa kekerasan. Ia menyampaikan bahwa pukulan yang diterima korban diduga cukup keras hingga membuatnya mengalami sakit.“Pukulan anak kecil itu keras benar berarti, ya. Jadi semenjak itu enggak ke rumah sakit lagi. Tetap di rumah terus,” ungkapnya.Doli juga berjanji akan membantu keluarga korban jika diperlukan. Ia meminta ayah Aqib untuk menghubunginya apabila membutuhkan bantuan.“Kalau ada perlu apa-apa, segala macam, langsung sama saya,” kata Doli.