Bendera merah putih berkibar saat terjadinya Halo Matahari di Kayu Aro Barat, Kerinci, Jambi, Jumat (28/8/2020). Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA FOTOSekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengungkapkan alasan CYL, seorang siswi dinyatakan tak terpilih seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) ke tingkat nasional. Padahal, CYL masuk peringkat tiga besar.Jufri mengatakan, CYL punya kondisi penglihatan kurang tajam dan telapak kakinya datar. "Kalau bukan karena matanya, penglihatannya agak kabur. Kemudian kakinya juga ada, apa istilahnya, flat foot atau telapak kaki datar," ungkap Jufri, Selasa (26/5). Selain itu meskipun punya nilai yang bagus, masih ada peserta lain yang mengungguli CYL."Sejak tahapan seleksi calon peserta ke Jakarta, sudah ada peserta lain yang memiliki nilai lebih tinggi dari CYL," kata Jufri.Dalam proses seleksi ini, lanjut Jufri, penilaian bukan hanya pada nilai akademik. Melainkan, juga dinilai dari berbagai aspek lain. Termasuk, pada kesehatan peserta seleksi.Meski dari awal ditemukan kekurangan dari CYL, tetapi pemerintah memberikan kebijakan untuk melanjutkan ke tahapan seleksi pusat. Tapi, CYL gugur pada tahap tersebut."Karena dia diberi semangat, maka diikutkan ke seleksi pusat. Jadi, dia jatuhnya itu di pansel pusat, panitia seleksi di pusat, bukan di sini. Seperti itu," dalihnya.Ia menegaskan, bahwa keputusan kelulusan sepenuhnya merupakan kewenangan panitia seleksi pusat, bukan panitia daerah Sulawesi Selatan. Menurut Jufri tidak tepat istilah 'dianulir atau diganti' dalam kasus ini."Tidak ada yang namanya dianulir. Dianulir itu kalau sudah diumumkan lalu dibatalkan. Ini kan masih on going process, masih proses berjalan," tandasnya.Diketahui, kasus ini berawal saat CYL mengikuti seleksi Paskibraka tingkat provinsi untuk mewakili Sulsel ke tingkat nasional. Dalam berbagai tahapan seleksi, CYL memperoleh nilai bagus dan bahkan masuk peringkat tiga besar.Tapi dalam pengumuman akhir, nama CYL tidak masuk dalam tiga peserta yang dikirim ke Jakarta. Ia disebut-disebut digantikan oleh siswi yang dalam beberapa tahapan tak masuk peringkat 10 besar.