Cerita Ibu: Sempat Dirahasiakan dari Suami, Lala Ikut Hyrox Osaka saat Hamil!

Wait 5 sec.

Lala Nabila di program cerita ibu kumparanMOM. Foto: dok. kumparan videoKehamilan sering kali membuat banyak perempuan lebih berhati-hati dalam beraktivitas. Namun, bagi Lala Nabila, hamil bukan berarti harus berhenti bergerak. Di usia kehamilan 24 minggu, Lala memutuskan mengikuti kompetisi olahraga endurance Hyrox Osaka di Jepang. Keputusannya itu bahkan sempat ia rahasiakan dari sang suami hingga akhirnya viral setelah fotonya diunggah akun Instagram Hyrox Japan.Kini di usia kehamilan 39 minggu, Lala membagikan cerita lengkap tentang perjuangannya menjalani race saat hamil, mulai dari persiapan fisik hingga pergulatan mental yang ia rasakan selama perjalanan tersebut.Sudah Berencana Ikut Hyrox Sebelum Tahu HamilLala mengaku sebenarnya sudah memiliki rencana mengikuti Hyrox Japan sejak Agustus bersama partner latihannya. Saat kalender race dibuka, mereka langsung menyusun timeline latihan untuk mengikuti kompetisi pada Januari.Namun di tengah persiapan tersebut, Lala justru mengetahui dirinya sedang hamil 7 minggu. Meski sempat ragu, rasa penasarannya membuat ia tetap mendaftar secara diam-diam.“Tapi aku penasaran.Aku tetaplah daftar secara diam-diam sebenarnya,” ujar Lala dalam wawancara program ‘Cerita Ibu’ kumparanMOM, Selasa (12/5).Keputusan itu pun tidak mudah. Partner-nya memilih mundur karena khawatir mengambil risiko terhadap kondisi kehamilan Lala. Akhirnya, Lala memutuskan mengikuti Hyrox secara single tanpa memberi tahu banyak orang, termasuk suaminya.Lala Nabila di program cerita ibu kumparanMOM. Foto: dok. kumparan videoBukan pertama kalinya mengikuti Hyrox, Lala sebelumnya pernah menjalani race serupa di Singapura. Pengalaman itu membuatnya lebih memahami kondisi tubuh dan tantangan yang akan dihadapi.Meski begitu, ia tetap melakukan banyak penyesuaian selama latihan karena sedang hamil. Intensitas latihan diturunkan, terutama pada trimester pertama. Beberapa gerakan core dan latihan beban juga dikurangi demi menjaga kondisi tubuh tetap aman.“Tujuan nya memang adalah untuk menjaga endurance,” ceritanya.Pergulatan Mental hingga Hari PerlombaanLala Nabila di program cerita ibu kumparanMOM. Foto: dok. kumparan videoMenjelang hari perlombaan, Lala mengaku mengalami pergulatan batin yang cukup besar. Ia sempat merasa takut, nervous, bahkan mempertanyakan apakah dirinya egois karena tetap mengikuti race saat hamil.“Bener ga sih aku ngelakuin ini. Aku selfish ga ya? Pernah ada pikiran kayak gitu.Selfish ga ya aku ngelakuin ini. Bisa ga ya gitu. Akhirnya aku tenang.Pokoknya aku ga berhenti berdoa sama Tuhan,” tutur Lala.Namun sejak awal, Lala sudah membuat komitmen pada dirinya sendiri untuk berhenti kapan pun jika muncul gejala yang membahayakan, seperti kontraksi atau rasa tidak nyaman pada tubuh.Baginya, mengikuti Hyrox bukan tentang memaksakan diri untuk menang atau mencetak waktu terbaik. Ia hanya ingin memiliki pengalaman yang berarti sekaligus membuktikan bahwa perempuan tetap bisa aktif selama hamil dengan tetap mindful terhadap kondisi tubuh.Selain olahraga, Lala juga sangat memperhatikan nutrisi dan recovery selama kehamilan. Menurutnya, menjaga asupan makanan dan kualitas istirahat justru menjadi faktor paling penting dibanding olahraga itu sendiri.Viral Setelah Diunggah Hyrox JapanSetelah berhasil menyelesaikan race, Lala sempat berniat menyimpan cerita tersebut hingga kembali ke Indonesia. Namun beberapa jam setelah perlombaan selesai, fotonya justru diunggah oleh akun Hyrox Japan dan langsung menarik perhatian banyak orang.“Aku gak mau like, aku gak mau repost. Karena takut ketahuan-ketahuan,” kata Lala sambil tertawa.Lala Nabila di program cerita ibu kumparanMOM. Foto: dok. kumparan videoAkhirnya, Lala pun mengaku kepada sang suami melalui video call. Meski sempat shock dan khawatir, suaminya akhirnya bisa menerima keputusan tersebut setelah mengetahui kondisi Lala dan bayi tetap sehat.Tak hanya menuai pujian, Lala juga menerima komentar negatif dari sebagian orang yang menganggap keputusannya terlalu berisiko. Namun, ia memilih fokus pada kondisi dirinya dan sang bayi yang tetap sehat selama kehamilan.Di akhir wawancara, Lala berharap kisahnya bisa menginspirasi lebih banyak ibu untuk tetap aktif bergerak selama hamil sesuai kemampuan masing-masing.“Sebenernya tuh kehamilan. Nggak membuat perempuan tuh harus stop. tetapi bisa kita jalani. Dengan lebih mindfull sebenarnya. As long as kita mindfull. Kita tetap bergerak,” pungkasnya.