Satuan, tersangka pembacokan istri dan pembunuhan mertua di Mojokerto saat jalani rekonstruksi. Foto: Dok. kumparanSatuan (53 tahun), tersangka pembacokan istri dan pembunuhan mertua, menjalani rekonstruksi di rumah kontrakannya di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto pada Jumat (22/5).Usai rekonstruksi, Satuan yang digiring menuju mobil polisi kemudian melontarkan sebuah pesan di hadapan wartawan yang menunggu."Salam laki-laki, harga diri, harga mati," teriak Satuan.Selain itu, Satuan mengatakan berharap agar anak-anaknya selalu sehat. "Untuk anak-anak saya yang masih kecil agar sehat selalu," ujarnya.Sementara, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan menjelaskan, dalam rekonstruksi tersangka memperagakan sebanyak 48 adegan."Kami bersama dengan tim Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto melaksanakan rekonstruksi kasus perkara pembunuhan tersangka S. Dari hasil yang kita dapat ada 48 adegan," terang Aldhino.Penangkapan Satuan (43), pelaku pembacokan terhadap istri dan mertuanya di Mojokerto, Jawa Timur. Foto: Dok. kumparanMenurut Aldhino, rekonstruksi ini belum menemukan fakta baru dan semua adegan sesuai dengan hasil pemeriksaan sebelumnya terhadap tersangka."Selanjutnya kita akan koordinasikan dengan kejaksaan, tidak ada fakta baru, sama dengan hasil pemeriksaan. 48 adegan mulai dari tersangka S datang sampai tersangka kabur. Dia menghabisi ibu mertua di adegan ke-38," terangnya.Kuasa hukum tersangka, Alex Askohar membeberkan, pemicu awal peristiwa berdarah ini lantaran Satuan menemukan chat dan foto pria idaman lain di handphone istrinya saat akan berhubungan suami-istri."Waktu hubungan suami istri (bercumbu) itu di Hp-nya ada dilihat, ada pria idaman lain. Akhirnya ramainya itu mulai di situ buka semua, akhirnya ketahuan semua, diakui sendiri (korban)," jelas Alex.Menurut Alex, faktor utama dari peristiwa berdarah yang mengakibatkan mertua tersangka tewas akibat digorok adalah ekonomi."Pertama dari semua itu adalah faktor ekonomi. Ya karena biasanya kalau istrinya itu kan kalau kangen suaminya itu ngasih duit. Sebaliknya suami itu kalau ngasih duit harus diminta yang namanya hubungan suami-istri," pungkasnya.Adapun, kasus pembunuhan ini terjadi di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.Satuan yang sehari-hari bekerja sebagai badut keliling itu tiba-tiba datang ke rumah dan menyerang istrinya, Sri Wahyuni (36), dan mertuanya, Siti Arofah (53).