BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) mendorong masyarakat memanfaatkan Rumah Potong Hewan (RPH) untuk pelaksanaan penyembelihan hewan kurban Iduladha. Selain lebih higienis, proses penyembelihan di RPH juga ditangani langsung oleh Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat.Kepala DKP3 Kota Balikpapan, Sri Wahyuningsih mengatakan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Potong Hewan memang memiliki tugas utama melakukan pemotongan hewan setiap hari, sehingga kemampuan dan kompetensi petugas tidak perlu diragukan lagi.“Petugas di UPTD RPH memang sehari-harinya bekerja memotong sapi dan semuanya sudah bersertifikasi sebagai Juleha. Jadi kemampuan dan kompetensinya sudah sangat terjamin,” ujarnya, pada Kamis (28/5/2026).Ia menjelaskan, saat ini terdapat 10 orang tim jagal yang bertugas di UPTD RPH Balikpapan. Mereka terbagi dalam sejumlah tugas operasional, termasuk pelayanan pemotongan hewan kurban saat Iduladha.Menurut Sri Wahyuningsih, masyarakat sebenarnya sangat dianjurkan melakukan penyembelihan hewan kurban di RPH karena lebih praktis dan memenuhi standar kebersihan.“Kalau motong di RPH masyarakat tidak perlu repot memikirkan limbah, kotoran, dan pembersihannya. Tinggal bawa pulang daging yang sudah bersih untuk dibagikan,” katanya.Selain petugas internal RPH, Kota Balikpapan juga memiliki komunitas Juleha yang dapat membantu masyarakat, apabila membutuhkan tenaga penyembelih bersertifikat di lingkungan masing-masing.Ia menambahkan, cukup banyak warga maupun panitia kurban masjid yang memilih menggunakan fasilitas RPH, terutama bagi lingkungan yang memiliki keterbatasan lahan untuk penyembelihan.“Biasanya keluarga-keluarga atau masjid yang halamannya kecil memilih motong di RPH karena lebih mudah dan tertata,” jelasnya.Untuk pelayanan tersebut, masyarakat dikenakan retribusi sebesar Rp85 ribu per ekor hewan. Retribusi itu sekaligus menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan.“Retribusinya Rp85 ribu per ekor. Relatif murah dan masyarakat juga mendapat pelayanan yang lebih bersih dan nyaman,” ujarnya. (*)