BNN Amankan Pengurus Partai di Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru

Wait 5 sec.

Ilustrasi kejahatan narkotika. Foto: ANTARA FOTO/Didik SuhartonoBadan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru mengamankan salah seorang pengurus partai berinisial FZR (22 tahun) di sebuah tempat hiburan malam di Pekanbaru, Sabtu (23/5) lalu.FZR diduga menjadi pemilik narkotika jenis ganja kering seberat 9,86 gram serta cairan etomidate sebanyak 7,76 gram dalam kasus pesta narkoba yang melibatkan 13 pemuda-pemudi."Hasil cek urine FZR positif ganja. Barang bukti yang ditemukan berupa ganja seberat 9,86 gram dan etomidate 7,76 gram. Dia memang tidak terlibat jaringan (narkotika), tetapi barang bukti ganja melebihi ketentuan maksimal lima gram sesuai SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) Nomor 4 Tahun 2010," kata Kepala BNNK Pekanbaru, Kombes Wawan, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.Wawan mengatakan FZR juga diduga memberikan zat etomidate kepada sejumlah perempuan yang turut diamankan dalam razia tersebut.Belakangan diketahui, FZR merupakan kader sekaligus bendahara DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pelalawan.Menanggapi informasi yang beredar, Ketua DPD PAN Kabupaten Pelalawan, Muhamad Bakri, mengaku prihatin. Apalagi jika dugaan keterlibatan kader muda partainya dalam kasus narkotika ini terbukti benar."Kami sangat menyayangkan adanya kader muda PAN yang dikabarkan terjaring dalam razia narkotika di salah satu klub malam di Pekanbaru," ujar Bakri.Namun, Bakri mengatakan partainya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menyerahkan proses hukum kepada penegak hukum."Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menunggu kepastian hukum dari pihak yang berwenang," ujarnya.Bakri mengatakan DPD PAN Pelalawan akan mengambil langkah tegas apabila yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran hukum. Menurutnya, partai memiliki mekanisme internal yang harus ditegakkan demi menjaga nama baik organisasi."Apabila terbukti melanggar hukum, tentu kami akan berkoordinasi secara internal dengan DPW maupun DPP PAN. Partai memiliki aturan dan mekanisme yang harus ditegakkan. Tidak ada ruang bagi kader yang mencoreng nama baik organisasi," ujarnya.Dugaan keterlibatan kader partainya dalam kasus narkoba, menurut Bakri, menjadi ironi di tengah upaya pemerintah dan aparat penegak hukum yang tengah gencar memerangi peredaran narkotika."Ini menjadi peringatan keras bagi seluruh kader dan masyarakat agar menjauhi barang haram tersebut," katanya.