Pedagang Air Jeriken, Penopang Utama Kebutuhan Warga Muara Angke

Wait 5 sec.

Pedagang air bersih keliling menjadi penopang utama kebutuhan harian warga di Kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Hal ini dikarenakan belum meratanya jaringan pipa penyalur air bersih. Sebagaimana diketahui, air tanah di kawasan ini sudah mengalami intrusi atau perembesan air laut sehingga menjadi payau, asin, dan tidak layak konsumsi. Situasi ini memaksa warga bergantung penuh pada jasa para pedagang gerobak atau pikulan. Ketergantungan ini membuat biaya hidup warga Muara Angke membengkak. Rata-rata satu kepala keluarga harus mengeluarkan Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000 per bulan hanya untuk membeli air bersih demi kebutuhan mandi, memasak, dan mencuci. Untuk diketahui, para pedagang keliling membeli air bersih di kios resmi dengan harga sekitar Rp 2.000 per jeriken dengan kapasitas 20 liter. Air tersebut kemudian dijual kembali ke rumah-rumah warga atau kios pedagang dengan harga berkisar antara Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per jeriken, tergantung pada jarak antar dan tingkat kesulitan akses ke lokasi.