Acara Legendary Legacy, Sustainable Future Tepung Terigu Kompas di Lotte Mall Kuningan. Foto: Dok. IstimewaBagi para pencinta baking dan pelaku usaha kue di Indonesia, tepung terigu kerap menjadi kunci bahan utama yang menentukan dalam menjaga konsistensi rasa produk. Lalu, bagaimana cara menjaganya?Untuk memudahkan pelaku usaha baking, pabrik tepung terigu Kompas yang telah berdiri selama lebih dari 50 tahun di Indonesia, bukan sekadar menjaga tapi tentang memproduksi bahan baku yang mapan. Strategi brand ini mampu beradaptasi dengan isu lingkungan dan pemenuhan standar kualitas.Dalam sebuah ruang diskusi bertajuk "Legendary Legacy, Sustainable Future" yang digelar di Lotte Alley, Lotte Mall Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/5) lalu, masa depan industri tepung terigu dikupas tuntas.Acara tersebut mempertemukan tiga sudut pandang penting dalam industri kuliner; yang diwakili Sisca Soewitomo, pakar kuliner legendaris Indonesia, lalu Yanis Naini Halal Certification Director dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta Marketing Manager tepung terigu Kompas, Dewi Ayu Putri.Salah satu poin menarik yang dibahas adalah pergeseran makna "kualitas" di mata konsumen. Produk pangan yang baik kini tidak hanya diukur dari hasil akhir masakan yang lezat, tetapi juga dari bagaimana proses di balik produk yang digunakan."Kami melihat bahwa aspek halal dan keberlanjutan (sustainability) adalah dua hal yang saling memperkuat rantai pasokan sekaligus membangun kepercayaan mendalam dengan konsumen," ujar Dewi Ayu Putri, seperti dikutip dari siaran resminya, Kamis (28/5).Implementasi nyata dari komitmen ini diwujudkan lewat efisiensi proses penggilingan di pabrik demi menekan jejak karbon, manajemen pengurangan limbah, hingga pengadaan bahan baku yang bertanggung jawab. Langkah serius ini juga yang membawa mereka meraih penghargaan Top Halal Award 2025.Dari sisi regulasi, Yanis Naini dari BPJPH menambahkan bahwa penerapan standar halal yang ideal memang harus mencakup seluruh lini, mulai dari pemilihan material awal hingga menjadi produk siap pakai.Ketika sebuah pabrik —seperti Kompas yang memiliki kapasitas produksi mencapai 3.200 metrik ton per hari— sudah mengantongi sertifikasi global mulai dari FSSC 22000 V6 hingga ISO 14001, hal ini menjadi jaminan penting bagi ekosistem kuliner nasional, termasuk para pelaku UMKM.Eksplorasi Dapur Bersama Para AhlinyaAcara Legendary Legacy, Sustainable Future Tepung Terigu Kompas di Lotte Mall Kuningan. Foto: Dok. IstimewaTak lengkap rasanya membicarakan tepung tanpa melihat langsung bagaimana karakteristiknya saat diolah. Dalam acara yang sama, celebrity chef Vindex Tengker, turut membagikan ilmu baking lewat sebuah sesi demonstrasi masak.Chef Vindex mengajak audiens memahami bahwa setiap hidangan membutuhkan perlakuan dan jenis tepung yang tepat. Mulai dari jenis tepung serbaguna berprotein sedang untuk donat dan martabak manis; tepung berprotein tinggi seperti varian Gerbang dan Serdadu Biru yang masing-masing ideal untuk roti serta mi; hingga varian Gatotkaca berprotein rendah yang menjaga tekstur kue kering tetap renyah.Sesi edukasi dan apresiasi ini juga menjadi penutup manis dari rangkaian program apresiasi bertajuk, "Taburan Hadiah dari Terigu Kompas" yang telah berjalan sejak awal tahun.Lewat acara seperti ini, jalinan hubungan antara produsen, institusi pemerintah, koki profesional, hingga pelaku usaha rumahan diharapkan dapat terus memperkuat fondasi industri pangan Indonesia yang ramah lingkungan dan halal untuk generasi mendatang.