Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengangkat artikel Washington Post tentang usulan uang kertas 250 dolar dengan potret Presiden AS Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Kamis (28/5/2026). Foto: Kent Nishimura / AFPWacana pencetakan uang bergambar Presiden AS Donald Trump menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Jumat (29/5). Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga masih jadi berita populer. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:Wajah Trump Bakal Ada di Uang Pecahan USD 250Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengangkat artikel Washington Post tentang usulan uang kertas 250 dolar dengan potret Presiden AS Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Kamis (28/5/2026). Foto: Kylie Cooper/REUTERS Wacana pencetakan uang pecahan USD 250 dengan wajah Donald Trump sebagai presiden AS aktif menjadi sorotan utama. Jika terealisasi, maka Trump akan menjadi tokoh yang masih hidup pertama dalam sekitar 150 tahun yang dipajang di mata uang AS.Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi adanya rancangan undang-undang di parlemen yang bertujuan mengubah aturan pelarangan tersebut, dengan desain awal yang menunjukkan tulisan "America 250 anniversary" sebagai perayaan 250 tahun kemerdekaan AS pada 4 Juli 1776.Inisiatif ini memicu kekhawatiran di kalangan biro percetakan uang pemerintah karena dianggap bertentangan dengan hukum federal. Direktur Bureau of Engraving and Printing sebelumnya, Patricia Solimene, sempat menyampaikan hambatan hukum sebelum ia dipindahkan dari jabatannya. Langkah ini merupakan bagian dari tren yang lebih luas di mana pemerintahan Trump gencar menonjolkan identitas pribadi presiden di berbagai institusi negara, seperti pencetakan koin emas peringatan 250 tahun dan penggunaan nama Trump di berbagai institusi budaya dan pemerintahan.Rupiah Kembali Melemah, Tembus Rp 17.893 per Dolar ASKaryawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTONilai tukar rupiah terhadap dolar AS melanjutkan tren pelemahan signifikan, tercatat tembus level Rp 17.893 per dolar AS pada Jumat (29/5) sekitar pukul 13.00 WIB, berdasarkan data Bloomberg. Meskipun sempat menunjukkan sedikit penguatan menjadi Rp 17.887 per dolar AS pada pukul 13.49 WIB, atau menguat sebesar 41,50 poin (0,23 persen), tekanan terhadap mata uang domestik ini masih menjadi perhatian serius bagi perekonomian.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pelemahan ini belum mengancam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah telah memperhitungkan skenario pelemahan nilai tukar sejak awal, termasuk asumsi kurs yang dihitung bersamaan dengan simulasi harga minyak dunia yang lebih tinggi, yakni USD 102 per barel. Fleksibilitas ini diklaim dapat mengantisipasi volatilitas pasar.Namun, Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, menyoroti dampak nyata pelemahan rupiah yang mendekati Rp 17.900 per dolar AS terhadap dunia usaha. Sektor industri yang sangat bergantung pada impor bahan baku merasakan tekanan biaya yang meningkat. Shinta menjelaskan bahwa pelemahan telah berlangsung bertahap sejak awal tahun, dari kisaran Rp 16.800 per dolar AS pada Januari, mendekati Rp 17.000 pada akhir kuartal I, hingga mencapai level saat ini, mengindikasikan akumulasi tekanan yang signifikan bagi operasional bisnis.