Suasana Pembekalan dan Bimbingan Teknis Anggota Fraksi PDIP DPRD tingkat provinsi/kabupaten/kota se-Indonesia di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanPDIP menggelar Bimbingan Teknis Anggota DPRD Fraksi PDIP se-Indonesia di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/5). Dalam kesempatan ini, Ketua DPP PDIP bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat menegaskan PDIP merupakan partai yang dibangun dengan orientasi kepada rakyat kecil, kaum dhuafa, dan kelompok masyarakat yang selama ini mengalami ketidakadilan.Menurut Djarot, orientasi kerakyatan yang menjadi identitas PDIP tidak dapat dipisahkan dari ajaran marhaenisme yang digali oleh Proklamator sekaligus Presiden pertama Indonesia, Soekarno.“Marhaenisme itu berasal dari seorang petani kecil di Bandung Selatan yang namanya Pak Marhaen. Karena PDI Perjuangan sebagai partai yang memang dibangun berbasis berorientasi kepada rakyat marhaen, rakyat kecil, kaum dhuafa, kaum tertindas, mereka-mereka yang miskin karena dieksploitasi oleh satu sistem sosial dan sistem politik,” ujar Djarot.Djarot menjelaskan, nilai-nilai marhaenisme tersebut juga menjadi alasan partainya memperkenalkan lagu berjudul ‘Bung Karno Bapak Marhaenisme’ sebagai bagian dari kegiatan protokoler partai.Menurut dia, lagu tersebut diperkenalkan dalam pembukaan kegiatan bimtek sebagai bentuk penguatan ideologi dan pengingat terhadap akar perjuangan partai.“Di dalam pembukaan, diperkenalkan satu lagu yaitu ‘Bung Karno Bapak Marhaenisme’. Jadi di acara protokoler partai itu akan dinyanyikan Bung Karno Bapak Marhaenisme. Karena memang marhaenisme itu dikemukakan, digali, ya, dari Bung Karno,” ungkapnya.Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat (kanan) dan Andreas Hugo Pareira (kiri) dalam acara Bimtek Anggota DPRD Fraksi PDIP se-Indonesia di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanDjarot juga menjelaskan PDIP saat ini tengah menggelar bimbingan teknis bagi anggota DPRD dari seluruh Indonesia. Mengingat jumlah kader yang duduk sebagai anggota DPRD mencapai hampir 4 ribu orang, kegiatan tersebut dibagi ke dalam enam region agar pelaksanaannya lebih efektif.“Hari ini PDI Perjuangan melakukan melaksanakan bimbingan teknis untuk anggota DPRD se-Indonesia. Tapi karena PDI Perjuangan ini partai yang besar, anggota DPRD-nya itu hampir 4.000, maka untuk supaya efektif, kita lakukan ke dalam enam region,” kata Djarot.Ia menjelaskan, region pertama digelar di Jakarta dan diikuti anggota DPRD dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta seluruh provinsi di Kalimantan.“Ini region yang pertama, ini dilakukan di Jakarta, yang diikuti oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta, kemudian Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Barat. Seluruh Kalimantan,” tuturnya.Sementara itu, region kedua akan digelar di Bali dan diikuti peserta dari Bali, NTB, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY.Adapun region terakhir akan diselenggarakan di Jayapura dan diikuti peserta dari seluruh wilayah Papua.Djarot mengatakan kegiatan bimtek tersebut berlangsung selama dua hari. Hari pertama difokuskan pada penguatan partai, sedangkan hari kedua akan menghadirkan pembicara dari kalangan eksternal.“Kemudian bimbingan teknis ini akan dilakukan mulai hari ini sampai dengan besok. Hari ini diisi oleh penguatan partai dan besok akan diisi oleh pembicara dari eksternal, ya,” kata Djarot.Suasana Pembekalan dan Bimbingan Teknis Anggota Fraksi PDIP DPRD tingkat provinsi/kabupaten/kota se-Indonesia di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanSelain memperkuat kapasitas kader, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat hubungan dan kerja sama antar struktur partai di daerah, khususnya antara ketua, sekretaris, dan bendahara di tingkat DPC maupun DPD.“Termasuk juga untuk membangun bonding, membangun keterkaitan atau keeratan atau kerja sama yang kuat antara ketua, sekretaris, dan bendahara DPC dan DPD,” ucapnya.“Oleh sebab itu untuk teman-teman dewan yang ada di posisi KSB, Ketua Sekretaris Bendahara, akan diadakan inbound untuk diklat khusus untuk membangun bonding itu. Itu saya pikir,” pungkas dia.