Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTOMenteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan Kemendikdasmen telah menggaet LSM Save the Children Indonesia untuk memperluas keterlibatan berbagai pihak, dalam menciptakan budaya sekolah aman dan nyaman melalui program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia.“Dan program ini kami selenggarakan agar semakin banyak pihak yang terlibat dalam budaya sekolah yang aman dan nyaman, yang memang selama ini kalau kita realistis melihat keadaan sekolah kita memang belum sepenuhnya menjadi rumah bagi semua anak-anak kita,” kata Mu’ti usai webinar 'Budaya Sekolah Aman dan Nyaman: Pembentukan Karakter dan Perlindungan Murid di Sekolah', di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (25/5).Mu’ti mengatakan sekolah harus menjadi lingkungan yang aman secara fisik, sosial, intelektual, spiritual, hingga digital agar murid dapat belajar secara optimal.“Kita dapat menjadikan sekolah itu sebagai lingkungan fisik, lingkungan sosial, lingkungan intelektual, lingkungan spiritual, bahkan lingkungan digital yang aman bagi semua anak kita sehingga mereka dapat belajar dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.Ilustrasi pelajar di Halmahera. Foto: Riana Ambarsari/ShutterstockAdapun program KREASI dijalankan melalui kolaborasi Kemendikdasmen dan Save the Children Indonesia untuk memperkuat literasi, numerasi, pendidikan karakter, dan perlindungan anak di sekolah. Program tersebut dikelola Save the Children Indonesia dan didanai oleh Global Partnership for Education (GPE).Dalam sambutannya, Chief Executive Officer Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, menjelaskan KREASI merupakan program kolaboratif pendidikan yang dikembangkan bersama Kemendikdasmen dan Kementerian Agama.“KREASI adalah program untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperkuat literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. Program KREASI dikelola oleh Save the Children dan didanai oleh Global Partnership for Education atau GPE, serta dikembangkan bersama oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kementerian Agama dalam konsorsium kolaboratif mitra pendidikan Indonesia,” kata Dessy.Dessy mengatakan program tersebut telah menjangkau lebih dari 500 satuan pendidikan di delapan kabupaten pada empat provinsi.“Salah satu program bernama KREASI, Kolaborasi Untuk Edukasi Anak Indonesia, yang didanai oleh Global Partnership for Education merupakan upaya nyata untuk mempercepat peningkatan literasi, numerasi, sekaligus penguatan karakter dan perlindungan anak melalui intervensi lebih dari 500 satuan pendidikan di delapan kabupaten di empat provinsi, yaitu Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara,” ujarnya.Ia menyebut peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kualitas lingkungan belajar. Karena itu, pihaknya mengapresiasi hadirnya Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) yang baru saja diterbitkan oleh Mendikdasmen dalam kesempatan itu.“Kebijakan ini merupakan kerangka komprehensif untuk memastikan sekolah tidak hanya aman secara fisik, tapi secara psikologis, sosial, dan bahkan dalam ruang lingkup digital,” tutur Dessy.Selama satu tahun program KREASI berjalan, kata Dessy, pihaknya telah memberikan pelatihan intensif kepada para pendidik untuk mengubah tantangan perilaku menjadi peluang dalam membangun karakter anak.“Kami sangat yakin membentuk budaya sekolah aman dan nyaman bukan merupakan upaya instan yang dapat dilakukan hanya oleh salah satu pihak. Nah, komitmen dan program ini tentunya harus melibatkan multipihak, kolaborasi dari seluruh pihak,” ujarnya.