Pesatnya pembangunan dan aktivitas sektor ekstraktif yang masih menjadi penopang utama perekonomian di Kalimantan Timur turut menghadirkan tantangan terhadap keberlanjutan lingkungan. Berkurangnya ruang hijau, perubahan bentang alam, serta meningkatnya ancaman krisis iklim menjadi isu yang semakin nyata dan membutuhkan aksi kolaboratif dari berbagai pihak.