Mensos Gus Ipul tegaskan lansia bukan beban pembangunan lewat tema "Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh" di HLUN 2026, Senin (25/5/2026). Foto: Kemensos RIPemerintah menghadirkan sejumlah layanan gratis dalam rangkaian acara peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 pada 29 Mei 2026 mendatang.Layanan-layanan ini sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi negara serta momentum untuk menghargai semangat, pengabdian, dan kontribusi para lansia dalam perjuangan kemerdekaan, pembangunan, hingga kemajuan bangsa.Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan lansia harus mendapatkan perhatian dan pelayanan yang layak atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara.“Lansia bukan beban pembangunan, tetapi bagian penting dari masyarakat yang harus dijaga dan dilindungi serta mendapat pemberdayaan,” kata Gus Ipul di Jakarta, Senin (25/5/2026).Pada peringatan HLUN 2026, Kementerian Sosial menghadirkan berbagai layanan gratis yang menyentuh langsung kebutuhan lansia. Layanan tersebut meliputi operasi katarak, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan fisioterapi, penyaluran Bantuan ATENSI, pemberian alat bantu dan sarana kamar, pemenuhan hak sipil, hingga program kewirausahaan bagi lansia.Mensos Gus Ipul tegaskan lansia bukan beban pembangunan lewat tema "Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh" di HLUN 2026, Senin (25/5/2026). Foto: Kemensos RIMensos Gus Ipul tegaskan lansia bukan beban pembangunan lewat tema "Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh" di HLUN 2026, Senin (25/5/2026). Foto: Kemensos RIPuncak peringatan HLUN 2026 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur juga mengedepankan prinsip sederhana dan berdampak langsung bagi masyarakat, tanpa berfokus pada seremoni besar. HLUN 2026 dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga organisasi keagamaan.Kegiatan diprioritaskan di wilayah dengan jumlah lansia miskin tinggi, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kawasan urban rentan dengan banyak lansia hidup sendiri. HLUN diselenggarakan di hampir seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur, di antaranya:1.Kabupaten Alor2.Kabupaten Belu3.Kabupaten Ende4.Kabupaten Flores Timur5.Kabupaten Kupang6.Kabupaten Lembata7.Kabupaten Malaka8.Kabupaten Manggarai9.Kabupaten Manggarai Barat10.Kabupaten Manggarai Timur11.Kabupaten Ngada12.Kabupaten Rote Ndao13.Kabupaten Sabu Raijua14.Kabupaten Sikka15.Kabupaten Sumba Barat16.Kabupaten Sumba Barat Daya17.Kabupaten Sumba Tengah18.Kabupaten Sumba Timur19.Kabupaten Timor Tengah Selatan20.Kabupaten Timor Tengah Utara21.Kota KupangMensos Gus Ipul tegaskan lansia bukan beban pembangunan lewat tema "Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh" di HLUN 2026, Senin (25/5/2026). Foto: Kemensos RISejarah mencatat HLUN berakar dari peran Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat yang memimpin sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei 1945. Sebagai anggota tertua BPUPKI saat itu, Radjiman menggagas pentingnya dasar filosofis negara yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Undang-Undang Dasar 1945.Atas jasa dan keteladanannya, Presiden Soeharto menetapkan Hari Lanjut Usia Nasional pada 29 Mei 1996 di Semarang.Komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan lansia diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia dan Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan. Regulasi tersebut menegaskan pentingnya perlindungan, pelayanan, dan pemberdayaan lansia agar dapat hidup sejahtera, mandiri, dan bermartabat.Sebagai informasi, tema HLUN 2026 adalah "Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh". Tema ini mengajak masyarakat untuk melihat lansia bukan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi juga sebagai bagian penting dalam pembangunan. Pengalaman hidup para lansia bisa menjadi guru, tangan mereka masih dapat terus bermanfaat, dan ketulusan doa mereka turut menjaga bangsa. Karena itu, lansia perlu diberi ruang untuk tetap aktif, sehat, mandiri, dan terlibat dalam kehidupan sosial.Mensos Gus Ipul tegaskan lansia bukan beban pembangunan lewat tema "Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh" di HLUN 2026, Senin (25/5/2026). Foto: Kemensos RIMensos Gus Ipul tegaskan lansia bukan beban pembangunan lewat tema "Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh" di HLUN 2026, Senin (25/5/2026). Foto: Kemensos RILansia TangguhUsia lanjut bukan penghalang untuk tetap aktif dan berdaya. Ketangguhan lansia terlihat dari semangat menjalani hidup, kemampuan menyesuaikan diri, serta tetap terhubung dengan lingkungan sekitar. Melalui dukungan dan kepedulian bersama, lansia dapat terus hidup sehat dan mandiri serta memberi makna di tengah masyarakat.Indonesia TumbuhPertumbuhan bangsa dapat dilihat dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat di setiap generasi, termasuk lansia. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan, kesejahteraan, dan hasil pembangunan semakin dirasakan secara lebih merata oleh seluruh masyarakat.Logo Hari Lanjut Usia NasionalLogo peringatan hari lanjut usia nasional menggunakan logomark “HLUN” yang merupakan singkatan dari Hari Lanjut Usia Nasional yang masing-masing hurufnya dideformasi menjadi bentuk yang menggambarkan beberapa layanan pada acara peringatan HLUN nanti seperti: operasi katarak, bantuan aksesibilitas, serta layanan kesehatan untuk para lansia.Huruf H dengan Siluet MataSiluet mata dengan icon lansia di dalamnya melambangkan operasi katarak untuk para lansia yang menjadi salah satu layanan pada peringatan HLUN.Huruf L Membentuk Kursi RodaHuruf L yang dideformasi membentuk kursi roda merepresentasikan layanan alat bantu/aksesibilitas untuk para lansia yang menjadi salah satu layanan pada peringatan HLUN.Huruf U dengan Icon Tanda TambahHuruf U dengan icon tanda tambah merah melambangkan layanan kesehatan untuk para lansia.Huruf N dengan Siluet RumahSiluet rumah pada huruf N melambangkan layanan homecare untuk para lansia.Mensos Gus Ipul tegaskan lansia bukan beban pembangunan lewat tema "Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh" di HLUN 2026, Senin (25/5/2026). Foto: Kemensos RI