38 Peserta Curang UTBK-SNBT 2026 Di-blacklist dari Seluruh PTN

Wait 5 sec.

Konferensi pers pengumuman hasil UTBK SNBT 2026 di Gedung D Kemdiktisaintek, Jl Pintu 1 Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparanKetua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, mengungkapkan sebanyak 38 peserta melakukan kecurangan dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026. Ia mengatakan, 38 peserta tersebut akan di-blacklist atau masuk daftar hitam perguruan tinggi negeri (PTN).“Khusus untuk kedua pelanggaran ini sanksinya adalah blacklist bagi peserta yang menggunakan kecurangan itu di-blacklist tidak dapat diterima pada jalur PMB selanjutnya di PTN mana pun,” ujar Eduart dalam konferensi pers pengumuman SNBT 2026 di Gedung Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (25/5).Dari 38 peserta tersebut, sebanyak 27 peserta terbukti menggunakan joki sebagai peserta pengganti. Namun dari jumlah itu, hanya 7 joki yang benar-benar hadir pada waktu ujian. Selain itu, 11 peserta lainnya kedapatan menggunakan alat yang dilarang selama pelaksanaan UTBK.Eduart memastikan daftar nama 38 peserta tersebut akan disebarkan ke seluruh PTN di Indonesia.“Jadi daftar nama ini yang 38 ini pasti akan diserahkan ke seluruh perguruan tinggi negeri dan apabila untuk mendaftar mandiri apa semua dan sebagainya akan di-blacklist ya,” tegasnya.Untuk penanganan sindikat joki, Eduart menyebut prosesnya kini berada di tangan aparat penegak hukum. Menurutnya, kecurangan tersebut tidak bersifat individual melainkan terstruktur dan melibatkan banyak pihak.“Bahkan untuk yang menggunakan joki ini terus berproses penanganannya di aparat yang berwajib gitu,” ujarnya.Ilustrasi SNBT. Foto: tangguhpro/Shutterstock“Karena ini tidak hanya melibatkan joki semata tetapi juga melibatkan kerja sama dengan berbagai macam pihak terkait sehingga kenapa itu bisa terlaksana dengan secara begitu terstruktur dan masif tetapi alhamdulillah di tahun ini bisa kita tangani semuanya baik melalui pengecekan foto dengan mesin AI kemudian juga cek foto ke sekolah ya dengan tim TKA jadi kita meng-cross-check-kan semua data kemudian juga ada investigasi internal pusat UTBK setempat termasuk melaporkan ke aparat yang berwajib,” lanjut Eduart.Selain kecurangan, panitia SNPMB juga mencatat 1.751 pelanggaran dalam pelaksanaan UTBK-SNBT 2026.Dari jumlah tersebut, 1.750 pelanggaran dilakukan oleh peserta, sementara 1 pelanggaran dilakukan oleh teknisi ruangan. Adapun rinciannya:Menyontek sebanyak 9 kasusMemfoto soal 1 kasus yang dilakukan teknisi ruanganDeteksi foto otomatis 174 kasusFoto tidak sesuai 7 kasusSerta dokumen tidak lengkap dan tidak sesuai sebanyak 1.560 kasus.Ia juga membedakan antara kecurangan terstruktur yang berujung blacklist dengan pelanggaran individual yang hanya berujung diskualifikasi.“Jadi kalau yang tadi yang kecurangan tadi yang terstruktur itu di-blacklist tapi kalau yang lima pelanggaran ini ini didiskualifikasi dari pelaksanaan UTBK masih boleh untuk ikut di mandiri itu dibolehkan karena ini lebih bersifat individual gitu ya,” jelasnya.Bagi teknisi ruangan yang melanggar, sanksinya adalah tidak diperbolehkan menjadi teknisi ruang kembali, dengan vonis lanjutan diserahkan kepada pihak sekolah.Eduart menambahkan, berbeda dengan tahun sebelumnya, seluruh kecurangan pada SNBT 2026 berhasil dideteksi sejak awal pelaksanaan ujian.Salah satu langkah yang diterapkan adalah peserta tidak dapat memilih lokasi pusat UTBK, melainkan hanya kota pelaksanaan. Penentuan lokasi, hari, dan sesi ujian baru diumumkan H-10 sebelum pelaksanaan secara acak.“Nah ini ternyata sangat mempengaruhi modus kecurangan yang ingin dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak ingin mengikuti proses SNBT dengan penuh integritas,” ujar Eduart.Ia menegaskan bahwa integritas menjadi landasan utama penyelenggaraan SNBT.“Seleksi ini harus dengan integritas. Banyak terdapat anak para rektor pimpinan PTN yang tidak lulus SNBT padahal yang menetapkan kelulusan adalah para rektor gitu. Jadi integritas ini benar-benar kami jaga karena sebagaimana kata Pak Menteri tadi ini bukan hanya sekadar proses seleksi tapi bagaimana kita menyiapkan generasi kita ke depan untuk menyongsong Indonesia emas itu melalui proses yang baik dan benar tentunya,” pungkas Eduart.