DPRD Kukar Ingatkan Pendidikan Tinggi Jangan Terabaikan di Tengah Gencarnya Pembangunan Daerah

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, KUKAR – Di tengah fokus pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan investasi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), perhatian terhadap pendidikan tinggi dinilai tidak boleh berjalan di tempat.Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Baharuddin, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia harus menjadi prioritas yang berjalan beriringan dengan pembangunan fisik di daerah.“Kalau pembangunan hanya fokus pada infrastruktur, sementara pendidikan tinggi kurang diperhatikan, maka daerah akan kesulitan menyiapkan SDM yang siap bersaing,” jelasnya, pada Senin (25/5/2026).Menurut Baharuddin, hingga kini masih banyak mahasiswa yang menghadapi persoalan biaya kuliah, keterbatasan fasilitas belajar, hingga minimnya dukungan pendidikan bagi sebagian kampus di daerah.Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar perguruan tinggi lokal tidak tertinggal dalam pengembangan kualitas pendidikan.“Mahasiswa ini bagian dari masa depan daerah. Aspirasi mereka soal beasiswa, fasilitas kampus, sampai kebutuhan pendidikan harus didengar,” katanya.Selain menyoroti persoalan internal pendidikan, DPRD Kukar juga menyinggung kontribusi perusahaan terhadap sektor pendidikan melalui program tanggung jawab sosial atau CSR yang dinilai belum optimal.Menurut Baharuddin, keberadaan perusahaan besar di Kukar seharusnya turut memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan masyarakat sekitar, terutama bagi mahasiswa dan pelajar di wilayah operasional perusahaan.“Jangan sampai perusahaan berkembang besar di daerah, tetapi dunia pendidikan di sekitarnya justru belum merasakan manfaat yang signifikan,” tegas Baharuddin. Ia menambahkan, komunikasi antara mahasiswa, kampus, dan pemerintah perlu diperkuat agar persoalan pendidikan tidak hanya berhenti sebagai keluhan tahunan tanpa tindak lanjut yang jelas.Komisi IV DPRD Kukar, lanjut Baharuddin, membuka ruang dialog bagi mahasiswa maupun perguruan tinggi yang ingin menyampaikan aspirasi terkait pendidikan di daerah.“Kami siap menerima masukan dari mahasiswa. Apa yang menjadi kebutuhan pendidikan dan bisa kami perjuangkan, tentu akan kami dorong,” tutupnya. (*)