Petugas mengangkut karung beras di Gudang Bulog Tambak Aji, Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/4/2026). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTODirektur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan kapasitas penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 6,2 juta ton. Ia memastikan kapasitas tersebut masih aman untuk menyimpan stok beras Bulog saat ini sebanyak 5,36 juta ton."Saat ini stok beras yang kami kelola sekitar 5,36 juta ton, stok tertinggi dalam sejarah, dengan total kapasitas simpan yang disediakan sekitar 6,2 juta ton," kata Rizal dikutip dari Antara, Senin (25/5).Rizal memastikan kapasitas simpan tersebut akan terus diperkuat seiring meningkatnya produksi padi nasional. Sehingga BUMN sektor pangan itu semakin optimal dalam menjalankan penugasan pemerintah.Dari sisi pengadaan, Rizal mengungkapkan pihaknya telah menyerap sekitar 2,8 juta ton beras dari target 4 juta ton sepanjang 2025. Menurutnya, capaian itu menunjukkan peran aktif perusahaan dalam mendukung petani, sekaligus memperkuat stok pangan nasional."Melalui penyerapan hasil produksi dalam negeri, kami tidak hanya menjaga ketersediaan beras, tetapi juga turut menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen," ujar Rizal.Dirut Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani dalam pembukaan bazar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka HUT Bulog ke-59 di Kantor Bulog, Jakarta Selatan pada Senin (11/5/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparanRizal menjelaskan Bulog memiliki sarana dan prasarana yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari gudang, jaringan logistik, hingga fasilitas pengolahan gabah dan beras.Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung penting dalam memastikan rantai pasok pangan berjalan kuat, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah."Untuk memperkuat peran tersebut, Bulog pada tahun ini juga akan menambah infrastruktur pascapanen di 100 titik," jelas Rizal.Rizal menekankan langkah itu menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung peningkatan produksi, memperkuat kualitas pengelolaan hasil panen, serta mempertahankan capaian swasembada pangan secara berkelanjutan.