Penipuan WO Marwah Catering: Korban Rugi Puluhan Juta Rupiah, Pemilik Menghilang

Wait 5 sec.

Ilustrasi pernikahan jawa. Foto: ShutterstockSepasang pengantin ditipu oleh wedding organizer (WO) Marwah Catering Service. Resepsi batal digelar sementara akad nikah dilaksanakan seadanya di Gedung Islamic Center, Kota Bekasi, Sabtu (23/5) lalu.Nasib malang pasangan pengantin ini pun viral di media sosial. Vendor tidak datang. Tidak ada dekor, katering, hiburan, fotografer, maupun videografer.Pasangan tersebut, Aldi (32 tahun) dan Feny (32 tahun), lalu melapor ke Polres Metro Jakarta Timur, Minggu (24/5) malam. Mereka mengaku mengalami kerugian senilai Rp 85,5 juta.Mereka mengaku memiliki sejumlah barang bukti berupa percakapan digital, bukti transfer pembayaran, serta surat pernyataan yang ditandatangani pihak WO. Mereka juga berharap kasus tersebut segera diproses agar tidak ada lagi korban lain."Awalnya, saya dapat info dari Instagram. Setelah lihat daftar harga (price list) dan paket-paketnya, saya bayar DP dulu. Total kerugian Rp 85,5 juta," kata Feny di Jakarta, Senin (25/5), sebagaimana diberitakan Antara.Feny tertarik dengan paket pernikahan yang ditawarkan dan kemudian melakukan pembayaran uang muka atau down payment (DP).Pasangan lalu mengikuti sesi pengujian makanan yang digelar oleh pihak WO. Dalam acara tersebut, Feny mengaku melihat banyak staf yang bekerja, mulai dari vendor dekorasi, make-up artist (MUA), pembawa acara atau master of ceremony (MC), hingga contoh pelaminan dan makanan prasmanan.Sederet persiapan lain dilakukan seperti mencoba pakaian pengantin di kantor WO yang berada di kawasan Jakarta Garden City (JGC), Cakung. Pembayaran kemudian dilakukan secara bertahap hingga lunas pada awal April 2026.Bahkan, mereka kembali menambah jumlah tamu (pax) pada 11 Mei 2026.Namun saat rapat persiapan atau technical meeting (TM) yang digelar secara online kecurigaan mulai muncul. Dari yang rapat hanya 10 menit hingga ketidakjelasan susunan acara.Terlebih, Feny mendengar ada pasangan lain yang jadi korban WO tersebut, dari keterlambatan katering dan jumlah makanan yang tak sesuai.Gedung Belum DilunasiRukan Marwah Catering Service yang terletak di Cakung Jaktim (23/5/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan10 hari sebelum acara atau pada 13 Mei 2026 pihak Gedung Islamic Center Bekasi menghubungi pasangan tersebut dan menyampaikan pembayaran gedung belum dilunasi oleh pihak WO."Dari pihak Islamic Center bilang masih kurang pembayaran sekitar Rp 17,5 juta. Ternyata, pihak WO baru bayar DP sekitar Rp 6 juta," ujar Feny.Pihak WO berkali-kali dihubungi pasangan tersebut tapi tak merespons dengan jelas. H-1 pernikahan, Aldi dan Feny mendatangi kantor WO tersebut di JGC dan mendapati lokasi tersebut sudah kosong.Mereka kemudian mencari gudang WO di kawasan Rorotan, tempat di mana WO tersebut pindah. Pasangan ini bertemu dengan pihak pengelola WO yang berbelit-belit terkait pembayaran venue."Kita minta kepastian pembayaran karena sudah H-1. Mereka bilang deposito belum cair dan janji akan dibayar jam empat sore," ucap Aldi.Pihak WO sempat menandatangani surat pernyataan di atas meterai terkait tanggung jawab pelaksanaan acara.Dekorasi dan Katering Belum DibayarPasangan calon pengantin Aldi (32) dan Feny (32) yang menjadi korban dugaan penipuan penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) yang berkantor di kawasan Jakarta Timur, membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Timur, Minggu (24/5/2026). Foto: Siti Nurhaliza/ANTARATernyata, sejumlah pekerja dekorasi dan katering mengaku tidak mendapat arahan dari pemilik WO. Bahkan, beberapa pekerja meninggalkan lokasi karena tidak ada kepastian pekerjaan."Kami akhirnya yakin acara resepsi kemungkinan besar tidak akan berjalan," tutur Aldi.Solusi darurat dicari agar akad nikah tetap berlangsung. Pasangan ini menghubungi vendor-vendor secara pribadi, dari MUA, MC, penata rambut, dan penyedia busana pengantin.Di sisi lain, pihak gedung tetap memberikan fasilitas agar akad nikah dapat berlangsung sederhana sekitar satu sampai dua jam.Pemilik Menghilang, Akses Komunikasi PutusPemilik WO berinisial R dilaporkan menghilang setelah sempat menjanjikan ganti rugi.Kasat Reskrim Polres Jaktim, Bayu Kurniawan, menjelaskan sebelum acara pernikahan digelar, korban sebenarnya sudah sempat menemui pihak WO. Saat pertemuan tersebut, pelaku sempat menjanjikan ganti rugi. Namun, ujungnya malah kabur tanpa kejelasan."Korban saya tanyakan, jadi sebelum berlangsung pernikahan, korban sempat menemui si pihak WO, dia sempat menemui, seperti itu, sebelum pernikahannya berlangsung. Nggak ada kabar, dan hilang," ungkap Bayu kepada wartawan, Senin (25/5)Bayu mengatakan, terduga pelaku kini telah memutus seluruh akses komunikasi dengan pihak korban."Kalau dari korban seperti itu. Jadi si pemilik sudah nggak bisa dihubungi sama dia, si pemilik WO inisial R namanya," tambahnya.Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Satreskrim Polres Jaktim langsung bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi guna menggali keterangan."Korban baru buat laporan polisi sore kemarin. LP (Laporan Polisi) sudah dibuat, otomatis kita melakukan kegiatan penyelidikan terlebih dahulu. Kita sudah mengklarifikasi tiga orang saksi, terdiri dari dua korban suami istri, sama satu itu saudara si pengantin perempuan," urainya.Polisi Cek Kantor WOSebagai langkah awal penyelidikan, polisi juga menjadwalkan pengecekan langsung ke sebuah lokasi di kawasan Jakarta Garden City (JGC) yang diklaim sebagai kantor dari WO tersebut."Kita rencana hari ini mau mengecek terlebih dahulu, kan katanya kantornya ada di JGC. Kita mau cek kantornya di JGC seperti apa," kata Bayu.Pengecekan TKP ini dilakukan berdasarkan keterangan korban yang mengaku pernah melakukan fitting baju pernikahan di lokasi tersebut."Katanya kan si korban sempat fitting baju di kantornya di JGC. Kita mau cek dulu ke sana, bener nggak ada kantornya di sana. Dalam rangka mencari informasi juga, karena baru kemarin baru kita terima laporannya," katanya.