Prabowo Turun ke Tambak Udang Kebumen, Produksi Tembus 1,15 Juta Kilogram

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto tiba di kawasan Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen di Desa Tegal Retno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, untuk meninjau langsung pelaksanaan panen raya udang.Berdasarkan siaran YouTube Sekretariat Presiden yang dipantau dari Jakarta, Presiden Prabowo datang menggunakan kendaraan dinas Maung Garuda. Ia meninjau sejumlah fasilitas tambak sekaligus mendengarkan penjelasan dari Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengenai produk-produk yang dihasilkan kawasan budidaya tersebut.Dalam kunjungan itu, Presiden Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Presiden turun langsung ke tambak dan mempraktikkan proses panen udang menggunakan metode jaring.Presiden juga mengamati teknis pengambilan udang dari kolam. Ia beberapa kali berdialog dengan petugas lapangan untuk mendengarkan penjelasan terkait aktivitas operasional tambak yang sedang berlangsung.Pemerintah membangun BUBK Kebumen sebagai proyek strategis pada periode 2022 - 2023. Kawasan ini memiliki total luas mencapai 100 hektare. Pengelola telah membangun dan mengoperasikan penuh 65 hektare kawasan tersebut.Pengelola kawasan merancang infrastruktur tambak secara terintegrasi, meliputi 139 kolam produksi, sistem intake air laut, tandon utama seluas 3 hektare, saluran inlet dan outlet, serta 17 unit instalasi pengolahan air limbah (IPAL) klaster dan IPAL utama seluas 2 hektare.Selain itu, pengelola juga melengkapi kawasan ini dengan berbagai fasilitas pendukung seperti laboratorium, gudang pakan, bangsal panen, hingga workshop.Memasuki tahun keempat operasional dengan siklus produksi kedelapan, BUBK Kebumen mencatat capaian produktivitas yang optimal. Hingga kini, kawasan tersebut menghasilkan total produksi mencapai 1.151.497 kilogram dengan nilai ekonomi sebesar Rp83,34 miliar. Capaian itu juga memberikan kontribusi kepada negara melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).Dari sisi ketenagakerjaan, BUBK Kebumen ikut menggerakkan ekonomi lokal dengan menyerap 145 tenaga kerja tetap dan memberdayakan sekitar 500 tenaga harian lepas setiap hari. Kawasan ini kini menjadi salah satu tolok ukur modernisasi budidaya udang di Indonesia. (*)