Harga BBM di India Naik Lagi, Warga Diimbau Tak Panic Buying

Wait 5 sec.

Antrean pengendara untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka di sebuah SPBU di Bhubaneswar, India (15/5/2026). Foto: Jatindra Dash/REUTERSPerusahaan penyulingan minyak milik negara di India kembali menaikkan harga bensin dan solar pada Sabtu (23/5). Kenaikan ini dilakukan untuk membantu perusahaan pengolah mengurangi kerugian akibat penjualan BBM bersubsidi, sekaligus menahan lonjakan permintaan.Diberitakan Bloomberg, data di situs resmi Indian Oil Corporation, harga bensin di New Delhi kini mencapai 99,51 rupee per liter atau sekitar USD 1,03. Sementara itu, harga solar naik menjadi 92,49 rupee per liter. Kenaikan masing-masing berada di bawah 1 rupee atau hampir 1 persen.Kenaikan harga juga dilakukan oleh Bharat Petroleum Corporation Limited dan Hindustan Petroleum Corporation Limited dengan besaran serupa. Ini menjadi kenaikan ketiga dalam sekitar sepekan terakhir. Secara kumulatif, harga solar di India telah naik 5,5 persen dan bensin sekitar 5 persen.Di saat yang sama, perusahaan distribusi gas Indraprastha Gas Limited turut menaikkan harga compressed natural gas (CNG) sebesar 1 persen di seluruh wilayah layanannya.India menjadi salah satu negara yang terdampak konflik di Timur Tengah karena kebergantungannya pada jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz. Jalur tersebut praktis terganggu sejak perang di Iran pecah pada Februari lalu.Pemerintah India mulai mengambil sejumlah langkah untuk meredam dampak konflik. Lonjakan harga minyak disebut menekan nilai tukar rupee dan memicu arus keluar dana asing dari pasar saham domestik.Meski inflasi konsumen masih berada di bawah target bank sentral sebesar 4 persen, tekanan terhadap pengecer BBM terus meningkat. Inflasi harga grosir bahkan melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 8,3 persen pada April dibanding bulan sebelumnya.Harga bahan bakar minyak yang baru saja naik terpampang di sebuah pompa bensin di Malvan, India (15/5/2026). Foto: Francis Mascarenhas/REUTERSPerusahaan penyulingan minyak pelat merah yang menguasai sekitar 90 persen pasar BBM India sebelumnya telah menaikkan harga lebih dari 3 persen atau sekitar 3 rupee per liter pada 15 Mei lalu. Dua kenaikan berikutnya dibuat lebih kecil karena pemerintah ingin menghindari lonjakan harga mendadak di tingkat konsumen.BPCL menyebut pihaknya masih menjual solar dengan kerugian sekitar 25-30 rupee per liter dan bensin rugi 10-14 rupee per liter. Sebagai perbandingan, pengecer swasta Shell India menjual bensin di atas 115 rupee per liter dan solar lebih dari 126 rupee per liter.Kerugian pengecer BBM makin besar karena meningkatnya permintaan dari konsumen besar yang beralih ke SPBU dengan harga lebih murah. Situasi itu juga memicu aksi panic buying karena masyarakat khawatir terjadi kelangkaan BBM.Dalam pernyataan terpisah, Indian Oil menyebut permintaan solar di SPBU mereka naik 18 persen pada 22 hari pertama Mei dibanding periode yang sama tahun lalu. Permintaan bensin juga meningkat 14 persen.Perusahaan menegaskan kelangkaan BBM hanya bersifat sementara dan terjadi di beberapa wilayah tertentu saja. Kementerian Perminyakan dan Gas Alam India juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan.“Konsumsi yang bertanggung jawab dan kerja sama masyarakat akan membantu memastikan ketersediaan bahan bakar yang lancar bagi semua orang selama periode permintaan tinggi yang sedang berlangsung,” tulis Kementerian Perminyakan dan Gas Alam India dalam unggahan di X.