Kemenperin: Indeks Kepercayaan Industri Ekspansi di Level 53,56 per Mei 2026

Wait 5 sec.

Stafus Menteri Perindustrian dan Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni di Kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis (6/3/2025). Foto: Muthia Firdaus/kumparanKementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada bulan Mei 2026 mencapai 53,56 atau naik signifikan dibandingkan bulan lalu, yakni April yang di angka 51,75.Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan kenaikan IKI tersebut menjadi sinyal positif terhadap optimisme pelaku industri manufaktur nasional di tengah tekanan nilai tukar dan dinamika global.Menurut dia, salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan IKI ialah keputusan Presiden Prabowo Subianto yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.Kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus menopang daya beli masyarakat sehingga permintaan domestik terhadap produk manufaktur meningkat.“IKI yang naik signifikan ini, menurut Kemenperin merupakan ungkapan optimisme pelaku industri atas keputusan Bapak Presiden Prabowo yang tidak menaikkan harga BBM subsidi," kata Febri di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (26/5).Febri menyampaikan, peningkatan optimisme industri juga tercermin dari seluruh variabel pembentuk IKI yang berada dalam fase ekspansi. Variabel produksi mengalami kenaikan tertinggi sebesar 3,86 poin menjadi 55,20 dan menjadi level tertinggi sejak Januari 2025.Adapun variabel pesanan meningkat menjadi 53,47, sedangkan variabel persediaan mencapai 51,33. Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 20 subsektor tercatat mengalami ekspansi dan berkontribusi sebesar 97,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Industri Pengolahan Nonmigas triwulan I 2026.Subsektor dengan nilai IKI tertinggi pada Mei 2026 berasal dari industri pakaian jadi, serta industri kertas dan barang dari kertas.Kemenperin juga mencatat optimisme terjadi baik pada industri berorientasi ekspor maupun domestik. IKI industri berorientasi ekspor tercatat sebesar 53,73 atau meningkat 1,45 poin dibandingkan April 2026 sebesar 52,28.Sementara itu, IKI industri berorientasi pasar domestik naik lebih tinggi sebesar 2,56 poin menjadi 53,46 dari sebelumnya 50,90.Lebih lanjut, kinerja positif IKI sejalan dengan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada triwulan I 2026 yang mencapai 5,14 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,31 persen.Selain itu, sektor industri pengolahan masih menjadi kontributor utama ekspor nasional dengan nilai ekspor mencapai 54,98 miliar dolar AS atau berkontribusi sebesar 82,25 persen terhadap total ekspor nasional sepanjang kuartal I 2026.Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menyampaikan, sektor industri kecil, menengah, dan aneka masih berada pada level ekspansi yang ditopang pasar domestik, konsumsi rumah tangga, dan sektor ritel.