Guru Besar FMIPA, Universitas Indonesia, Prof. Dra. Wellyzar Sjamsuridzal, M.Sc., Ph.D, dalam acara Press Conference Peluncuran Varian Yakult Rasa Terbaru di CGV Grand Indonesia, Jakpus, Senin (25/5/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparanProbiotik kini semakin populer sebagai minuman kesehatan yang banyak dikonsumsi keluarga, termasuk anak-anak. Namun, masih banyak orang tua yang belum tahu, tidak semua anak bisa mengkonsumsi probiotik. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasannya sampai akhir, ya!Dalam acara Press Conference Peluncuran Varian Yakult Rasa Terbaru di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (25/5), Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia, Prof. Dra. Wellyzar Sjamsuridzal, M.Sc., Ph.D, menjelaskan bahwa probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang dapat memberikan manfaat kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah cukup.“Probiotik memberikan manfaat kesehatan bagi manusia dengan menyeimbangkan mikrobiota usus dan menekan pertumbuhan bakteri,” tuturnya.Guru Besar FMIPA, Universitas Indonesia, Prof. Dra. Wellyzar Sjamsuridzal, M.Sc., Ph.D, dalam acara Press Conference Peluncuran Varian Yakult Rasa Terbaru di CGV Grand Indonesia, Jakpus, Senin (25/5/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparanMenurut Prof. Wellyzar, anak-anak sudah bisa mulai mengonsumsi probiotik setelah usia 2 tahun karena sistem pencernaannya dinilai lebih siap. Pada usia tersebut, saluran pencernaan anak sudah berkembang lebih baik dibandingkan bayi di bawah 2 tahun.Oleh karena itu, probiotik dinilai lebih aman dan dapat memberikan manfaat yang optimal bila dikonsumsi sesuai anjuran.“Saluran pencernaan anak bayi itu kan belum sempurna. Setelah 2 tahun itu boleh,” tegasnya.Kapan Waktu Terbaik Minum Probiotik?Tak hanya usia konsumsi, waktu minum probiotik juga menjadi perhatian penting. Prof. Wellyzar menyarankan agar probiotik diminum setelah makan atau sekitar dua jam setelah makan. Menurutnya, kondisi lambung yang sudah terisi makanan dapat membantu bakteri baik bertahan lebih optimal saat masuk ke saluran pencernaan.“Itu sebaiknya pas setelah makan atau 2 jam setelah makan. Itu yang terbaik. Jadi bakterinya itu dianterin gitu ya, dianterin beserta makanan kita nih,” ujar Prof. Wellyzar.Ia juga menjelaskan, makanan yang masuk ke tubuh dapat menjadi pelindung bagi bakteri baik ketika melewati kondisi asam di lambung. Dengan begitu, mikroorganisme di dalam probiotik memiliki peluang lebih baik untuk mencapai usus dan bekerja secara optimal dalam membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.Ilustrasi balita. Foto: Szefei/ShutterstockSebaliknya, jika probiotik dikonsumsi saat perut kosong, kondisi asam lambung yang tinggi dikhawatirkan bisa membuat sebagian orang merasa tidak nyaman, terutama bagi yang sensitif atau memiliki masalah lambung. Selain itu, minuman probiotik umumnya memiliki rasa asam sehingga dapat memicu rasa perih atau meningkatkan rasa asam di perut bila diminum tanpa makanan.Sehingga, mengonsumsi probiotik setelah makan dinilai menjadi pilihan yang lebih aman dan nyaman, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak.