Presiden AS Donald Trump berbicara dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela kunjungan ke Taman Zhongnanhai di Beijing, China (15/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERSPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim negosiasi antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah sebagian besar telah selesai.Trump mengatakan salah satu poin utama dalam kesepakatan itu adalah pembukaan kembali Selat Hormuz yang sebelumnya diblokade Iran dan sempat memicu guncangan pasar energi global.“Kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, tinggal finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan sejumlah negara lainnya,” tulis Trump di Truth Social, Sabtu (23/5).“Selain banyak elemen lain dalam kesepakatan itu, Selat Hormuz akan dibuka,” lanjutnya.Meski begitu, Trump menegaskan detail akhir kesepakatan masih dibahas dan akan diumumkan dalam waktu dekat.Bahas dengan Pemimpin Timur TengahTrump mengatakan sejumlah pemimpin negara Timur Tengah turut mengikuti panggilan telepon untuk membahas proses negosiasi tersebut.AFP mencatat, negara-negara yang terlibat antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, Yordania, dan Bahrain, serta perwakilan dari Turki dan Pakistan.Marsekal Lapangan Syed Asim Munir, Kepala Staf Angkatan Darat sekaligus Kepala Staf Pertahanan melakukan kunjungan kehormatan kepada PM Pakistan Shehbaz Sharif (kanan) di Kantor PM, 9 April 2026. Foto: X/@PakPMOPerdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan negaranya berharap dapat kembali menjadi tuan rumah negosiasi lanjutan antara delegasi AS dan Iran dalam waktu dekat.Ia menyebut Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir juga ikut dalam pembicaraan setelah melakukan kunjungan ke Teheran.Trump juga mengaku telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menyebut percakapan itu berjalan baik.Isu Nuklir Iran Belum DisepakatiMeski negosiasi disebut hampir selesai, isu program nuklir Iran dilaporkan masih menjadi pembahasan lanjutan.Laporan The New York Times menyebut rincian mengenai stok uranium Iran yang diperkaya tinggi kemungkinan baru akan dibahas setelah kesepakatan awal tercapai.Pemerintah Iran juga mengakui masih ada sejumlah perbedaan dengan Washington.Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei memberikan keterangan pers di Kementerian Luar Negeri di ibu kota Teheran, pada 10 Februari 2026. Foto: ATTA KENARE / AFPJuru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan memang ada “tren menuju pendekatan” dengan AS, namun belum tentu langsung menghasilkan kesepakatan penuh.“Kami berharap detail kesepakatan akhir bisa diselesaikan dalam rentang waktu 30 hingga 60 hari setelah kerangka awal selesai,” ujarnya kepada televisi pemerintah Iran.Di tengah proses negosiasi, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan AS agar tidak kembali melancarkan serangan terhadap negaranya.“Jika Trump melakukan tindakan bodoh lagi dan memulai perang kembali, maka respons terhadap AS akan jauh lebih menghancurkan,” katanya.