Test drive BYD Atto 1 rute Semarang-Solo-Yogya pada Rabu (13/8/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparanTemuan menarik pada deretan mobil listrik test drive BYD yang ditampilkan di gelaran acara Tech Culture Fest 2026 yakni pelat informasi manufaktur dan vehicle identification number (VIN) yang mengindikasikan unit telah dibuat di Indonesia.Selain nomor seri dan kode-kode lainnya, informasi yang terletak di balik pintu pengemudi itu juga memuat keterangan PT BYD AUTO INDONESIA. Umumnya, entitas yang tertulis pada pelat adalah pemanufaktur produk tersebut.Mengenai ini, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan belum banyak dapat berkomentar. Namun demikian, ia memberi sinyal kesiapan aktivitas produksi kendaraan BYD secara lokal."Oh bacanya PT BYD Auto Indonesia? Ya secara resmi saya tidak bisa sampaikan soal produk apa yang akan dibuat di Indonesia, yang pasti setiap manufaktur itu secara strategi dia akan memproduksi produk-produk yang secara volume bisa berkontribusi cukup signifikan," buka Luther ditemui di Senayan, Jakarta (20/5) malam.BYD M6 DM. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparanModel-model yang menggunakan pelat tersebut adalah BYD Atto 1 dan BYD M6, termasuk M6 Cross DM yang merupakan varian hibrida barunya. Luther bilang, seiring dengan pertumbuhan penjualan yang signifikan, peluang Atto 1 menjadi model perdana yang dirakit terbuka lebar."Ya dan seperti kita lihat sekarang Atto 1 adalah salah satu kontributor utama dari line up produknya BYD dan sangat possible sekali bahwa Atto 1 akan nanti jadi basis produksi kita juga di sini. Begitu," imbuhnya."Apalagi saya dengar government juga akan memberikan insentif-insentif tambahan lagi. Jadi akan mendorong orang lagi untuk membeli kendaraan elektrifikasi," kata Luther.Soal fasilitas perakitan BYD di Indonesia, lokasinya menempati kawasan industri di Subang, Jawa Barat. Perkembangan terbaru, proses pembangunan infrastruktur tersebut dikatakan sudah mulai masuk tahap akhir.VIN (Vehicle Identification Number) pada unit BYD Atto 1 dan BYD M6 Cross DM. Foto: dok. Istimewa"Namun, saat ini proses pembangunan memang sudah memasuki tahap akhir. Tahap ini sangat penting karena berkaitan dengan aspek compliance terhadap operasional pabrik,” kata Luther kala dijumpai di Bogor, Jawa Barat (13/5/2026).BYD berkomitmen untuk segera menyelesaikan pembangunan pabrik di dalam negeri. Informasi terbatas yang dapat disampaikannya bahwa fasilitas tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun.Catatan penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menunjukkan Atto 1 dan M6 menjadi model paling populer BYD di Tanah Air sejauh ini.Periode Januari-April 2026, Atto 1 sudah tersalurkan sebanyak 7.841 unit dan M6 sebanyak 4.820 unit. Sementara sejak diluncurkan pertama kali, masing-masing sudah menorehkan angka 30.423 unit untuk Atto 1 dan 21.626 unit untuk M6.Sementara sejak beroperasi di Indonesia pada 2024, BYD mengeklaim telah berhasil menjual produk-produknya lebih dari 90 ribu unit. Saat ini, jenama China itu telah memiliki lini meliputi Atto 1, Dolphin, Atto 3, Sealion 7, M6, dan segmen premium Denza D9.