Ilustrasi sikat gigi anak. Foto: David Benito/ShutterstockMasih banyak orang tua yang bingung soal cara menyimpan sikat gigi anak di rumah. Ada yang merasa sikat gigi harus selalu ditutup agar tetap bersih, tapi ada juga yang memilih membiarkannya terbuka supaya cepat kering. Sebenarnya, mana yang lebih baik?Menurut Dokter Gigi Anak, drg. Joshua Calvin, SpKGA, penyimpanan sikat gigi anak di rumah justru lebih dianjurkan dalam kondisi terbuka.“Untuk penyimpanan di rumah memang lebih baik kering dan terbuka saja,” jelas drg. Joshua.Alasan Sikat Gigi Anak Sebaiknya Disimpan TerbukaBukan tanpa alasan, kondisi sikat gigi yang tertutup rapat justru bisa membuat area di dalamnya menjadi lembap. Padahal, lingkungan yang lembap dapat memicu pertumbuhan bakteri lebih mudah.“Karena beberapa penelitian menunjukkan, semakin ditutup rapat, itu akan semakin lembap. Dan dalam keadaan lembap itu, kontaminasi bakteri semakin mudah terjadi,” lanjutnya.Agar sikat gigi anak tetap higienis, orang tua juga perlu memerhatikan cara membersihkannya setelah dipakai. drg. Joshua menyarankan agar sikat gigi dibilas hingga bersih, lalu dikeringkan sebelum disimpan.“Jadi setelah dipakai, sikat giginya dibilas, dikibas-kibas. Lalu jangan lupa, disimpannya tegak biar airnya bisa turun supaya lebih cepat kering,” ujar drg. Joshua.Ilustrasi sikat gigi anak. Foto: bookzaa/ShutterstockNamun, aturan ini berbeda jika sikat gigi dibawa saat bepergian. Dalam kondisi tertentu, penggunaan penutup sikat gigi tetap diperbolehkan untuk sementara waktu agar lebih higienis selama perjalanan.“Kalau dibawa berpergian, nah ini lain cerita. Itu memang boleh dipakai penutup sementara,” katanya.Jadi, untuk penggunaan sehari-hari di rumah, sikat gigi anak sebaiknya disimpan dalam keadaan terbuka dan kering. Sementara saat traveling, penutup sikat gigi bisa digunakan sementara agar lebih praktis dan tetap terlindungi.