Para peserta mengikuti Karapan Sapi Brujul di Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (24/5/2026). Foto: Juni Kriswanto/AFPTerlihat sejumlah peserta tengah menyiapkan dua ekor sapinya untuk dikompetisikan. Foto: Juni Kriswanto/AFPBerbeda dengan Karapan Sapi khas Madura yang menggunakan lintasan kering, Karapan Sapi Brujul digelar di area persawahan berlumpur. Foto: Juni Kriswanto/AFPTradisi balap sapi ini menjadi salah satu cara masyarakat untuk menjaga warisan budaya lokal yang telah berlangsung sejak era 1950-an. Foto: Juni Kriswanto/AFPKarapan Sapi Brujul juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Foto: Juni Kriswanto/AFPFoto: Juni Kriswanto/AFPFoto: Juni Kriswanto/AFPFoto: Juni Kriswanto/AFPFoto: Juni Kriswanto/AFPFoto: Juni Kriswanto/AFPFoto: Juni Kriswanto/AFPFoto: Juni Kriswanto/AFPPara peserta mengikuti Karapan Sapi Brujul di Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (24/5/2026). Terlihat sejumlah peserta tengah menyiapkan dua ekor sapinya untuk dikompetisikan.Berbeda dengan Karapan Sapi khas Madura yang menggunakan lintasan kering, Karapan Sapi Brujul digelar di area persawahan berlumpur.Tradisi balap sapi ini menjadi salah satu cara masyarakat untuk menjaga warisan budaya lokal yang telah berlangsung sejak era 1950-an. Karapan Sapi Brujul juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.Seorang peserta mengendarai kereta yang ditarik oleh dua ekor sapi saat mengikuti tradisi balap sapi Karapan Sapi Brujul di Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, Minggu (24/5/2026). Foto: Juni Kriswanto/AFP